Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus berupaya mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini diyakini akan mendatangkan banyak manfaat. Salah satunya membuat perekonomian negara lebih stabil karena dapat menghemat devisa negara.
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, mengungkapkan bahwa kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan. Tidak hanya ramah lingkungan karena minim emisi karbon, penggunaan kendaraan listrik juga dapat membuat perekonomian lebih stabil. Pasalnya, listrik yang menjadi energi penggerak kendaraan tersebut berasal dari pembangkit yang energi primernya tersedia di dalam negeri.
“Bagi PLN, transisi mobil listrik bukan hanya untuk meningkatkan demand listrik di saat kondisi suplai listrik lebih mengalami surplus. Mobil listrik juga terbukti unggul dibandingkan mobil konvensional fosil untuk dapat menuju Indonesia yang lebih hijau dan cerah,” ujar Zulkifli dalam sebuah webinar bertema “Electrifying Lifestyle: Peduli Lingkungan melalui Investasi Mobil Listrik,” Kamis (2/12).
Menurutnya, dengan terbangunnya ekosistem kendaraan listrik yang energinya bersumber dari dalam negeri, maka penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak akan berkurang. Bagi negara, hal ini dapat mengurangi impor minyak dan berujung pada penghematan devisa. Kondisi ini akan menekan angka defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dan membuat perekonomian dalam negeri lebih stabil.
“Kita paham kita mengimpor triliunan rupiah bahan bakar untuk mobil fosil, sementara untuk mobil listrik kita tidak melakukan impor terkait dengan energi primer, ini dua hal yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kita kedepan,” ungkap Zulkifli.
Untuk mengakselerasi ekosistem mobil listrik, dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. PLN pun melihat masyarakat membutuhkan kebijakan yang lebih menarik untuk membeli mobil listrik dibandingkan membeli mobil fosil, sehingga dapat dinikmati masyarakat lebih luas.
“Kami kemukakan di sini terimakasih Pemerintah telah menghapuskan PPnBM mobil listrik. Tapi ada dua pajak yaitu PPn dan PPh yang dinikmati oleh mobil fosil, namun belum dinikmati mobil listrik. Kami yakin dan berharap kebijakan pemerintah untuk dapat melakukan penghapusan dari PPn dan PPh tersebut sesuai yang dinikmati mobil fosil,” ungkapnya.
Sementara itu, PLN terus membangun fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk memudahkan penggunan kendaraan listrik mengisi energi. Hingga saat ini, total SPKLU yang telah dibangun sebanyak 60 unit dan terletak di 45 lokasi pada 21 kota. Jumlah tersebut akan bertambah karena PLN sedang membangun 54 unit SPKLU lagi di 21 kota.
“Untuk percepatan pembangunan SPKLU, PLN membuka kesempatan bagi swasta untuk ikut berpartisipasi dengann skema bisnis yang sudah disiapkan PLN,” tegas Zulkifli.
Diskon dari PLN
Sementara itu, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengatakan, penggunaan kendaraan listrik merupakan kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Indonesia bisa menghemat devisa atas berkurangnya impor minyak dan bisa dialihkan untuk membiayai sektor yang lebih produktif. Pasalnya, penerapan konversi kendaraan energi fosil ke listrik bisa mengurangi konsumsi minyak yang selama ini sebagian besar diimpor.
“Bahwasanya konversi ke kendaraan listrik itu untuk memperbaiki neraca perdagangan, impor BBM kita besar sekali, ini kunci utama kita negara kita bisa berkembang negara kita akan manju, di mana impor itu bisa digunakan untuk yang lain,” ungkap Bob Saril.
Dia juga menambahkan, selain negara yang mendapat manfaat dari penggunaan kendaraan listrik, masyarakat juga bisa mendapat manfaat penghematan biaya jika menggunakan kendaraan listrik. Saat ini, PLN memberikan harga khusus diskon 30 persen kepada pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya baterainya di rumah, yakni menjadi Rp 1.100 per kilowatt hour (kWh).
Selain itu, PLN juga memberikan fasilitas potongan biaya tambah daya bagi pemilik kendaraan listrik yang ingin menambah daya listriknya. Mereka cukup membayar Rp 150.000 untuk tambah daya, yang sebelumnya dipatok Rp 4,5 juta.









Tinggalkan Balasan