Salah satu usaha laundry di Bogor yang sudah memakai gas bumi PGN. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer – Ada khabar baik bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ritel yang ingin memanfaatkan gas bumi untuk mendukung operasional usahanya. Mereka bisa memperoleh bantuan pembiayaan untuk memasang jaringan gas ke lokasi usahanya.

Dana senilai Rp 10 triliun telah disiapkan untuk akses permodalan bagi UMKM dan ritel di Jawa Barat yang ingin menjadi pelanggan jaringan gas (jargas). Dana itu merupakan hasil dari kesepakatan antara Fintech P2P Lending PT Lumbung Dana Indonesia dan PT Jasa Sarana, yang ditandatangani di sela acara Jabar Investment Summit, Senin (16/11).

“Program itu merupakan salah satu upaya inovasi akses permodalan di tengah tekanan pandemi Covid-19 bagi pelaku usaha sektor UMKM, utamanya di wilayah Provinsi Jawa Barat,” ujar Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Logistik dan Rantai Pasok, Rico Rustombi.

Rico menjelaskan, kerjasama ini didasari keprihatinan akan pukulan berat yang dialami banyak pelaku usaha sektor UMKM. Pasalnya, tidak sedikit usaha UMKM, yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia ini, terpaksa gulung tikar dan terpuruk.

“Kerjasama ini bertujuan untuk mengakselarasi dan memberikan akses permodalan dan pembiayaan dalam upaya memajukan UMKM untuk pembangunan ekonomi di wilayah Jawa Barat,” ungkapnya.

Dengan tersedianya akses pembiayaan permodalan, maka sambungan jargas bisa segera diwujudkan untuk pelaku UMKM dan Retail. Hal ini diharapkan bisa lebih menggairahkan ekonomi Jawa Barat.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Logistik dan Rantai Pasok, Rico Rustombi.

UMKM merupakan prioritas Lumbung dana dalam penyaluran pendanaan yang selama ini sulit dan tidak terlayani oleh perbankan. Peran penyelenggara platform fintech peer-to-peer (P2P) lending berbasis teknologi informasi memiliki peluang sangat besar dalam menjangkau pembiayaan ke segmen UMKM karena semua prosesnya dilakukan online dan tidak perlu tatap muka.

“Kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat dan pemerintah yang telah memberikan ruang dan kesempatan kepada pelaku atau penyelenggara Platform P2P lending,” kata Rico yang juga merupakan Founder PT Lumbung Dana.

Sementara itu, Direktur Investasi Jasa Sarana, Indrawan Sumantri, menjelaskan bahwa sesuai dengan nota kesepakatan, Jasa Sarana dan Lumbung Dana sepakat melakukan inisiasi kerjasama bisnis atas potensi usaha yang dimiliki oleh masing-masing pihak.

Langkah awal pelaksanaan kerjasama tersebut adalah ditandatanganinya perjanjian kerjasama antara Fintech Lumbung Dana dengan PT Jabar Energy yang merupakan anak perusahaan dari Jasa Sarana.

“Kerjasama dengan Fintech Lumbung Dana ini merupakan kerja sama yang win win solution (saling menguntungkan), di mana selama ini Jabar Energy dalam menyalurkan gas alam dengan membangun jaringan gas ke perumahan masih menggunakan dana APBD,” ungkap Indrawan.

Menurutnya, sudah saatnya ketergantungan dengan APBD dikurangi dengan melibatkan pihak ketiga sebagai alternatif pembiayaan. Dengan begitu, calon pelanggan menjadi mandiri dengan melakukan pembiayaan sendiri atas biaya penyambungan jaringan gas tersebut.

“Semua biaya tetap sama, selama ini harus menunggu anggaran Jabar Energy, maka sekarang pelanggan memiliki alternatif pembiayaan sendiri sehingga waktu pemasangan bisa lebih cepat,” jelas Indrawan.

Saat ini, Jabar Energy menyalurkan dan melakukan pemasangan pipa gas alam di daerah Depok, Jawa Barat. Ke depan, ditargetkan dapat menyalurkan gas alam ke UMKM dan Ritel Jawa Barat dengan target 1 juta pelanggan atau senilai Rp 10 triliun, dengan proses perijinan dari pihak berwenang secara bertahap.

“Dalam rangka mencapai target itu, serta memberikan ketersediaan akses dan alternatif pembiayaan kepada UMKM dan Retail maupun calon pelanggan, Jabar Energy bekerjasama dengan Fintech Lumbung Dana yang menyediakan akses pembiayaan pemasangan jaringan gas. Pemasangan pipa gas alam dengan target 1 juta pelanggan diharapkan dapat tercapai dalam waktu 5 tahun,” ujar Indrawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here