Mataram, Petrominer – Listrik menjadi hadiah Lebaran yang sangat berkesan bagi masyarakat di Gili Gede, Lombok Barat. PT PLN (Persero) berhasil menyelesaikan pembangunan infrastruktur kelistrikan ke pulau terpencil itu yang terletak di Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat.

Gili Gede merupakan salah satu pulau yang dihuni sekitar 450 Kepala Keluarga. Pulau ini memiliki potensi di bidang perikanan dan pariwisata. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan budidaya ikan laut. Beberapa penduduk juga memiliki homestay bagi wisatawan.

“Selain menjadi hadiah lebaran bagi masyarakat, kehadiran listrik diharapkan dapat mengembangkan potensi pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Gili Gede,” ujar General Manager PLN Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka.

Pembangunan jaringan untuk melistriki Gili Gede dilakukan melalui Program Listrik Desa (Lissa). Untuk menyalurkan listrik dari Pulau Lombok ke Gili Gede, PLN membangun dua kabel laut berkapasitas 20 kilo Volt (kV) masing-masing sepanjang 2,4 kilometer sirkuit (kms). Selain itu, PLN juga membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 3,64 kms, Jaringan Tegangan Rendah 6,64 kms, dan empat gardu dengan total kapasitas 520 kilo Volt Ampere (kVA).

“Total nilai investasi yang dikeluarkan oleh PLN untuk melistriki Gili Gede mencapai Rp 19 miliar,” jelas Rudi.

Menurutnya, kedua jaringan kabel itu dibangun sekaligus, satu sebagai cadangan jika terjadi gangguan. Selain itu, kalau pertumbuhan beban tinggi, PLN juga tetap bisa penuhi. Dari sisi keamanan, kabel laut yang dipasang sudah dilapisi pengaman khusus dan telah disesuaikan agar dapat menjadi tempat tumbuhnya terumbu karang.

Tantangan Berat

Rudi menjelaskan, pembangunan jaringan untuk melistriki Gili Gede memiliki tantangan yang cukup berat, khususnya dalam pengangkutan peralatan kelistrikan. Pengangkutan dilakukan dengan cara tradisional, yaitu menggunakan tongkang sederhana yang ditarik kapal kayu. Untuk menaikan seluruh peralatan, seperti gulungan kabel, trafo, dan tiang juga dilakukan secara manual, dengan digotong atau menggunakan gerobak.

“Hal ini membuat proses pengangkutan dan pembangunannya lebih lama. Karena kapal dan peralatannya sederhana, tentu kami harus lebih hati-hati. Ombak besar sedikit, tentu menaikkan peralatan ke kapal lebih sulit, bahkan terkadang kami harus menunda pengangkutan sampai cuacanya membaik,” paparnya.

Begitu juga saat tiba di Gili Gede, seluruh peralatan diangkut dari dermaga menuju lokasi pemasangan menggunakan gerobak, bahkan terkadang harus digotong oleh beberapa petugas. Pasalnya, selain akses jalan yang kecil, di Gili Gede pun tidak terdapat mobil.

Meskipun sulit, PLN berusaha listrik dapat dinikmati masyarakat sebelum lebaran. “Alhamdulillah, meskipun baru sekitar 196 rumah yang tersambung, mudah-mudahan ini bisa menjadi hadiah lebaran bagi masyarakat Gili Gede. Untuk warga yang belum, akan kami sambungkan setelah lebaran,” tutur Rudi.

Dengan terlistrikinya Desa Gili Gede Indah, maka saat ini seluruh desa di Pulau Lombok telah terlistriki. Meski begitu, masih ada dusun-dusun terpencil yang belum terlistriki. PLN mengaku akan terus berusaha agar seluruh masyarakat dapat menikmati listrik dari PLN.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here