Bahlil Andalkan PLTS untuk Listriki Pulau-Pulau Terpencil

0
91
PLTS di Pulau Nyamuk, Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil. Upaya ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan energi serta memperluas akses pelayanan energi hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Menteri ESDM, Bahlil Lahdalia, mengatakan Pemerintah menargetkan sampai tahun 2029 seluruh desa dan dusun di Indonesia telah berlistrik. Salah satu langkah konkret untuk mewujudkan target tersebut adalah mendorong pemasangan PLTS di kampung-kampung yang berada di pulau-pulau jauh, di mana pasokan bahan bakar dan logistik kerap menjadi kendala.

“Saya kebetulan lahirnya itu di Pulau Banda, Maluku. Itu 80 persen wilayahnya itu laut. Sudah nggak ada minyak tanah, kapal susah pula. Jadi saya tahu betul penderitaan itu, dan kita akan mendorong program PLTS. Jadi anggaran yang kami dapat, kami akan dorong program PLTS agar daerah-daerah, kampung-kampung, atau pulau-pulau yang susah kita datangi kalau ombak itu pakai plts,” ujar Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1).

Dorongan untuk PLTS ini sejalan dengan target bauran energi Kementerian ESDM pada tahun anggaran 2026, yang berupaya meningkatkan kontribusi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menjadi 17-21 persen. Pada tahun 2025, bauran listrik dari EBT tercatat 15,75 persen, sehingga langkah percepatan PLTS diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tersebut.

Program ini juga akan melengkapi program Listrik Desa yang pada 2026 menargetkan penambahan 22.179 pelanggan di 372 lokasi di seluruh Indonesia. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 terdapat 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi yang telah mendapatkan pasokan listrik melalui program Listrik Desa. Selain itu, Pemerintah menjalankan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang menargetkan 500 ribu rumah tangga di tahun 2026; pada 2025 program ini tercatat telah mencapai 205.968 rumah tangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here