Bandung, Petrominer – Sejak dulu, Bandung dikenal sebagai daerah tujuan wisata. Apalagi di masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini. Di Kota Kembang ini, para wisatawan bisa juga menambah ilmu pengetahuan melalui kunjungan ke Museum Geologi Bandung.
Di saat musim liburan, para wisatawan yang ingin berkunjung ke Museum Geologi disarankan untuk datang lebih awal. Untuk registrasi tiket, bisa dilakukan secara daring melalui situs resmi atau aplikasi. Cara ini diharapkan bisa menghindari antrean panjang karena banyaknya pengunjung yang datang.
“Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, terutama saat musim liburan seperti sekarang, disarankan untuk datang lebih awal dan melakukan registrasi tiket secara daring melalui situs resmi atau aplikasi untuk menghindari antrean panjang karena banyaknya pengunjung yang datang,” ungkap Kepala Museum Geologi, R. Isnu Hajar Sulistyawan, Senin (29/12).
Isnu menyebutkan, Museum Geologi Bandung hari ini tampak ramai menyambut para pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang, mulai dari wisatawan keluarga, pelajar, hingga tamu kenegaraan. Salah satunya adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang berkesempatan menelusuri koleksi-koleksi bersejarah sebelum menerima paparan dari pimpinan Unit Eselon II di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM.
Usianya yang hampir mencapai satu abad, Museum Geologi telah menegaskan perannya sebagai penghubung sejarah kegeologian Indonesia yang bermula sejak pertengahan abad ke-17. Berdiri sebagai Geologisch Laboratorium pada awalnya, museum ini menyimpan dan mengelola materi geologi, mulai dari fosil hingga batuan dan mineral, yang dikumpulkan sejak tahun 1850.
Terletak di Jalan Diponegoro, Museum Geologi Bandung tetap menjadi primadona wisata edukasi bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Memasuki ruang pamerannya serasa menapaki lorong waktu: proses terbentuknya bumi digambarkan secara visual sehingga pengunjung seperti diajak memasuki setiap tahap evolusi bumi sejak awal kehidupan.
Kekuatan tampilan visual itulah yang membuat museum ini sangat menarik untuk dikunjungi. Sampai tanggal 22 Desember 2025, angka kunjungan ke Museum Geologi mencapai 545.048 pengunjung. Angka ini akan terus bertambah dan diharapkan melampui angka kunjungan tahun lalu.
“Sejak bulan September pengunjung meseum kita relatif meningkat, kurang lebih 3.000 pengunjung per hari. Kemudian di masa liburan ini bertambah lagi sampai 4.000 pengunjung per hari. Dan sepertinya juga semakin meningkat karena masyarakat semakin ingin mengetahui keunggulan kelebihan dari Museum Geologi dalam memberikan layanan kepada mereka,” jelas Isnu.
Modernisasi Alat Peraga
Selain visual yang realistis, Museum Geologi peraih dua penghargaan di ajang Indonesia Museum Awards (IMA) 2025 terus berinovasi. Modernisasi alat peraga menjadi fokus agar penyampaian edukasi kepada pengunjung semakin mudah dan menarik, sejalan dengan meningkatnya rasa ingin tahu masyarakat terhadap kegeologian.
“Kami ingin museum ini tidak hanya dianggap sebagai tempat menyimpan barang antik, tapi sebagai laboratorium hidup. Penggunaan teknologi interaktif membantu generasi muda lebih mudah memahami fenomena geologi seperti gempa bumi dan tsunami,” tegasnya.
Sebagai salah satu museum tertua dan terlengkap di Indonesia, Museum Geologi Bandung juga berfungsi sebagai pusat dokumentasi data geologi nasional. Koleksi yang tersimpan saat ini berjumlah 268.643 item, terdiri dari 123.521 koleksi fosil, 99.647 koleksi batuan dan mineral, serta 45.466 koleksi sumber daya geologi.
Lebih lanjut, Isnu memaparkan bahwa museum ini dibagi ke dalam beberapa ruang pamer utama yang menawarkan pengalaman berbeda. Ruang Geologi Indonesia, yang menampilkan proses terbentuknya kepulauan Indonesia, maket gunung api aktif, serta koleksi batuan dan mineral.
Ruang Sejarah Kehidupan, sebagai area paling populer yang menyimpan replika fosil raksasa Tyrannosaurus rex (T-Rex) dan fosil gajah purba Elephas hysudrindicus yang ditemukan di Blora, Jawa Tengah. Ruang Sumber Daya Geologi, yang mengedukasi pengunjung mengenai pemanfaatan mineral, batubara, hingga minyak dan gas bumi bagi kehidupan manusia.
Menurutnya, dari berbagai ruang pamer tersebut, dua lokasi yang paling favorit adalah ruang imersif dan simulator gempa bumi. Keduanya menawarkan pengalaman edukatif sekaligus menghibur bagi pengunjung.
“Ruang imersif adalah ruang edukasi modern yang menggunakan teknologi video mapping 360 derajat di dinding dan lantai untuk menampilkan fenomena geologi dan kebumian secara visual yang memukau. Di fasilitas ini, pengalaman belajar tentang sejarah bumi dan bencana geologi diubah menjadi petualangan digital yang menyenangkan dan personal,” papar Isnu.








Tinggalkan Balasan