Jakarta, Petrominer — PT Patra Niaga komitmen untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Mobil Tangki yang mengacu kepada Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi Darat (SMKTD). Acuan ini menjadi dasar seluruh awak mobil tangki (AMT) dalam mendistribusikan BBM ke seluruh pelosok negeri.

Implementasi dari penerapan sistem tersebut sangat diperlukan. Apalagi, semakin bertambah jenis bahan bakar yang didistribusikan oleh anak usaha PT Pertamina (Persero) itu dan juga semakin kompleksnya kondisi di jalan.

“Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan yang saat ini tengah mengkampanyekan zero fatality,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, Rabu (8/3).

Karena itu, jelas Wianda, Pertamina secara rutin melakukan pembinaan awak mobil tangki, seperti pelatihan cara berkendara yang baik dan benar (safety defensive driving), pengecekan kesehatan secara berkala, pengarahan tentang keselamatan kerja (safety briefing), serta pengaturan jam kerja sesuai ketentuan Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Perhubungan Darat.

Tidak hanya itu, Pertamina juga membekali pasukan distribusi BBM jalur darat tersebut dengan buku saku Risk Journey Management atau buku panduan perjalanan dan HSSE Plan Pengelolaan Mobil Tangki yang menjadi acuan dalam operasional sehari-hari.

Sementara itu, Direktur Operasi Patra Niaga Abdul Cholid menyampaikan bahwa salah satu aspek utama dalam kelancaran distribusi adalah keselamatan berkendara oleh para AMT. Karenanya, Patra Niaga selaku pengelola distribusi BBM memberikan perhatian khusus pada kesiapan AMT dalam melaksanakan tugas agar tidak mengganggu keselamatan berkendara.

“Dengan antisipasi tersebut, terbukti tren insiden kecelakaan mobil tangka di jalan raya menurun dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2016 saja hanya 0,006 persen dari total ritase tangki BBM termasuk di dalamnya insiden kecil,” kata Abdul Cholid.

Khusus di Terminal BBM Plumpang, terdapat 248 mobil tangki, yang didukung oleh 1213 awak mobil tangki dan melayani pendistribusian ke 829 SPBU di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Adapun rata-rata penyaluran sekitar 15.837 KL/hari.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here