@Fachry Latief
Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, saat kunjungannya ke Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field, Indramayu, Senin (10/4). (Petrominer/ Fachry Latief)

Cirebon, Petrominer — PT Pertamina (Persero) sedang menyiapkan pengelolaan delapan wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) terminasi tahun 2018 yang telah diserahkan oleh Pemerintah. Ini menjadi bagian dari program akusisi aset migas yang sedang digencarkannya, baik di dalam maupun luar negeri.

Bahkan, akuisisi asset dari luar negeri (overseas) diandalkan mampu menyumbang 33% dari target produksi Pertamina. Seperti diketahui, BUMN ini telah memasang target produksi 1,9 juta barrel oil equivalen per day (BOEPD) pada tahun 2025 mendatang.

“Kami telah menyusun strategi untuk mengelola blok-blok terminasi. Kami sedang menyiapkan pengelolaan delapan blok terminasi tahun 2018 yang telah diserahkan Pemerintah kepada Pertamina, termasuk Sanga Sanga dan OSES,” ujar Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, dalam Media Gathering, Minggu sore (9/4).

Selain program akuisisi, jelas Syamsu Alam, Pertamina terus mengoptimalisasikan aset-aset yang dimiliki dengan berbagai proyek. Di antaranya adalah PHE WMO Integration Project, Proyek Pengeboran Parang Nunukan, Proyek Pengeboran Randugunting, Optimalisasi EOR di sumur sumur tua dan lainya.

“Optimalisasi aset ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi migas agar target perusahaan di sektor hulu tercapai,” paparnya.

Untuk operasinya di luar negeri, Pertamina sudah memiliki tiga blok yang telah berproduksi di Aljazair, Irak dan Malaysia. Selain itu, ada juga tambahan tiga blok yang sudah berproduksi di Nigeria, Tanzania, dan Gabon.

“Jadi sekarang kita bersyukur Pertamina ada di 12 negara,” tegas Syamsu Alam.

Langkah Pertamina mengelola WK migas di luar negeri sesungguhnya untuk memperkuat cadangan dan produksi nasional. Pasalnya, produksi migas di luar negeri itu hasilnya akan dibawa pulang untuk diolah di kilang-kilang yang ada di Indonesia untuk memenuhi konsumsi BBM domestik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here