, ,

Api Padam, KPI RU Dumai Lanjutkan ke Proses Recovery

Posted by

Dumai, Petrominer – Setelah berhasil menanggulangi kejadian di area gas compressor, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) Dumai segera beralih ke proses recovery kilang maupun warga terdampak. Tim Keadaan Darurat telah mengendalikan keadaan di lokasi kejadian sejak Sabtu (2/4) pukul 22.54 WIB.

Area Manager Communication, Relations, & CSR RU Dumai, Agustiawan, menjelaskan proses recovery segera dilakukan agar operasional kilang dapat kembali berjalan optimal serta warga terdampak bisa segera beraktifitas. Saat ini, operasional kilang di unit terdampak dihentikan sementara untuk memastikan keamanan di lokasi. Sementara unit lain tetap beroperasi normal.

“KPI RU Dumai meminta maaf atas kejadian ini. Dan kami akan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi di masyarakat,” ujar Agustiawan, Minggu (2/4).

Sebelumnya, terjadi insiden kebakaran sekitar pukul 22.45 WIB. Diawali dengan dentuman dan flash di Area Make Up Gas Compressor HCU-211. Tim segera melakukan pemadaman dan pengamanan area Unibon 211 dan 212. Api pun sudah dibisa dipadamkan pada pukul 22.54 WIB.

Akibat dari kejadian ini, terdapat beberapa rumah warga dan rumah ibadah, khususnya yang berdekatan dengan kilang, mengalami kerusakan minor. KPI RU Dumai akan segera menanggulangi kerusakan yang terjadi sehingga masyarakat dapat kembali nyaman beraktifitas.

KPI RU Dumai telah membentuk Tim Pemulihan (Recovery) yang melibatkan Pemerintah Daerah, Penegak Hukum, serta perwakilan masyarakat untuk mempercepat langkah pemulihan. Pendataan terhadap kerugian di masyarakat pun sedang dalam proses pencatatan. Selain itu, KPI RU Dumai juga sudah mensiagakan tim medis untuk melakukan pengecekan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

“Kami pastikan juga bahwa stok BBM Nasional, khususnya wilayah Sumatera Bagian Utara, dalam keadaan aman. Semoga proses recovery dapat berjalan baik sehingga beberapa hari ke depan kondisi operasional kilang sudah dapat berjalan optimal,” pungkas Agustiawan.

Saat ini, proses investigasi penyebab insiden masih dalam proses penyelidikan. Adapun jumlah korban yang mendapatkan first aid karena terkena pecahan kaca bertambah dari 5 orang menjadi 9 orang pekerja di ruang operator dan semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan di RS Pertamina Dumai.

Walikota Dumai, Paisal, melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Menurutnya, kondisi kilang sudah aman terkendali.

“Sudah dibentuk tim yang akan melakukan pendataan kerugian yang dialami masyarakat yang terdiri dari unsur perwakilan masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum dan Pertamina. Pertamina juga sudah menyatakan akan bertanggung jawab terhadap dampak yang timbul,” ungkap Paisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *