, ,

Apexindo Raih Kontrak Rig US$ 68 Juta untuk Blok Mahakam

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memberikan kontrak Drilling Submersible Swamp Barge Services (Swamp Rig) kepada PT Apexindo Pratama Duta, Tbk. Nilai kontrak mencapai US$ 68 juta, berdurasi 1,5 tahun (dengan opsi perpanjangan 1+1 tahun), dan komitmen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60,01 persen.

Penandatanganan kontrak pengadaan swamp rig ini dilaksanakan secara daring, Kamis (4/2). Ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia selaku Kuasa Direktur Utama PHM, Chalid Said Salim, dan Direktur Utama Apexindo, Zainal Abidinsyah Siregar.

General Manager PHM, Agus Amperianto, menjelaskan Rig Yani akan didatangkan ke blok Mahakam untuk menggantikan Rig Raisis pada kuartal kedua 2021. Kehadiran rig ini akan mendukung operasi pengeboran di lapangan Tambora, Tunu, dan Handil.

Agus berharap Apexindo turut berperan aktif mengusulkan program-program efisiensi dalam kegiatan operasionalnya. Selama ini, PHM telah mengembangkan berbagai inovasi demi optimasi operasi dan sangat mendukung program Locomotive-8 demi kelanjutan produksi dan pengembangan blok Mahakam.

Melalui program Locomotive-8 (Low Operation Cost of Mahakam to Achieve Effectiveness and Efficiencies – 8), PHM melancarkan suatu upaya terintegrasi untuk optimasi biaya pada semua aktivitas operasi dengan berbasis inovasi dan sinergi. Tujuannya demi menjaga keekonomian dan keberlanjutan di lapangan-lapangan blok Mahakam yang sudah berada di fase natural decline.

Menurut Agus, guna menahan laju penurunan produksi di blok Mahakam, maka di sepanjang tahun 2021 PHM akan mengebor 73 sumur pengembangan dan 2 sumur eksplorasi serta mengerjakan 4.150 pekerjaan pemeliharaan sumur (well intervention/service).

PHM menargetkan produksi tahun 2021 adalah gas 485 mmscfd (wellhead) dan likuid (minyak dan kondensat) 22 kbod. Pada 2020 PHM memproduksi gas sebanyak 605,76 mmscfd (wellhead) atau lebih tinggi 3 persen dari target WP&B 2020, yakni 590,35 mmscfd, dan likuid sebanyak 29,51 kbod atau lebih tinggi 4 persen dari target WP&B 2020 yakni 28,43 kbpd.

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi, mengatakan SKK Migas menyambut baik penandatangan kontrak pengadaan rig ini. Penandatanganan kontrak ini memperlihatkan tekad PHM untuk terus mempertahankan tingkat produksi di blok Mahakam.

“SKK Migas mendorong agar dalam pelaksanaan kontrak ini PHM menggunakan tenaga kerja dan bahan baku dalam negeri sehingga kandungan lokal dapat melebihi target yang ditetapkan. Diharapkan kontrak ini akan memberikan efek berganda kepada penyedia jasa dan tenaga kerja nasional, termasuk pemberdayaan dan pembinaan UKM lokal di sekitar daerah operasi,” ujar Erwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *