Jakarta, Petrominer — PT ANTAM (Persero) Tbk menyatakan tengah melakukan finalisasi persiapan proyek-proyek hilirisasi lanjutan. Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan cadangan bijih nikel dan bauksit yang dimiliki.

BUMN tersebut terus melakukan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi baik dengan skema pendanaan internal ataupun bekerjasama dengan mitra strategis. Di antaranya adalah proyek-proyek pembangunan pabrik feronikel Line 2 & 3. Sementara untuk komoditas bauksit, ANTAM masih berfokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang bekerjasama dengan PT INALUM (Persero).

“Saat ini, kami tengah mempersiapkan proyek-proyek hilirisasi lanjutan guna mempertahankan keberlanjutan ekspansi Perusahaan. Momentum kebijakan ekspor mineral kami manfaatkan untuk melanjutkan hilirisasi guna lebih memperbesar kapasitas produksi,” ujar Direktur Utama ANTAM, Tedy Badrujaman, Rabu (25/1).

Menurut Tedy, ANTAM sudah melakukan hilirisasi mineral sejak tahun 1974 melalui pengoperasian pabrik feronikel FeNi I. Saat ini, ANTAM tengah membangun pabrik feronikel Haltim yang pendanaannya berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

“Setelah pabrik feronikel Haltim selesai, kapasitas produksi feronikel ANTAM akan melonjak signifikan menjadi 40.000-43.500 ton nikel dalam feronikel (TNi) per tahun,” paparnya.

Untuk komoditas bauksit, saat ini, ANTAM telah memiliki pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, Kalimantan Barat. Perusahaan ini juga tengah melanjutkan diskusi dengan INALUM pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here