Jakarta, Petrominer – Resi gudang komoditas rumput laut mulai menunjukkan gairah di tengah masyarakat. Instrumen dokumen bukti kepemilikan barang yang disimpan di suatu gudang itu kini mulai dikerjasamakan oleh pemilik Resi Gudang dengan korporasi lain.
Kerjasama itu oleh dilakukan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), melalui anak usahanya PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI), dengan PT Asia Sejahtera Mina Tbk. Kedua korporasi melakukan kerjasama Pembelian dan Penjualan Kembali (REPO) Resi Gudang.
Menurut Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi, dalam kerjasama ini, KPBI melakukan pembelian Resi Gudang komoditas rumput laut yang dimiliki oleh Asia Sejahtera Mina, dengan ketentuan akan dilakukan pembelian kembali dalam jangka waktu tertentu.
“Kerjasama yang dilakukan anak usaha KBI kali ini harus dilihat dari kacamata yang lebih besar, yaitu upaya untuk meningkatkan ekosistem bisnis dalam Sistem Resi Gudang,” jelas Fajar dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Selasa (7/7).
Dalam kerjasama tersebut, KPBI menyepakati plafon maksimal Pembelian dan Penjualan Kembali yaitu Rp 4.000.000.000,- atas Resi Gudang Rumput Laut yang dimiliki Asia Sejahtera Mina. Kerjasama ditandatangani di Jakarta pada 3 Juli 2020 lalu oleh Direktur Utama KPBI, Yose Skundarisa dan Direktur Keuangan Asia Sejahtera Mina, Agnes Kristina.
Lebih lanjut, Fajar menjelaskan bahwa apa yang dikerjasamakan ini ada di sektor hilir dari Sistem Resi Gudang, di mana anak usaha KBI melakukan pembelian dan penjualan kembali dengan pemilik resi gudang.
“Harapan kami dengan adanya kerjasama ini akan menyerap di sektor hulu dari Sistem Resi Gudang yaitu para nelayan rumput laut, serta menjadi daya tarik pemilik komoditas lainnya untuk menempatkan komoditasnya ke dalam Sistem Resi Gudang,” ungkapnya.
Fajar memaparkan, Ke depan, pihaknya akan terus mendorong anak usaha untuk membuka aliansi dan kerjasama dengan berbagai pihak terkait REPO Resi Gudang. Tidak hanya di komoditas rumput laut, tapi juga di komoditas-komoditas lain. Apalagi, pertumbuhan resi gudang di Indonesia cukup baik, dan mekanisme REPO ini bisa dimanfaatkan oleh para pemilik Resi Gudang untuk mendapatkan pendaanaan atas resi gudang yang mereka miliki.
“Selain itu sebagai induk usaha, kami akan terus mendorong kinerja anak usaha, sehingga mampu menjadi salah satu engine growth yang mendukung lini bisnis utama kami di Induk usaha, yaitu di sektor Perdagangan Berjangka Komoditi, Pasar Fisik serta Sistem Resi Gudang,” ujarnya.
Terkait Resi Gudang Rumput laut, berdasarkan data KBI, selama periode Januari-Mei 2020 tercatat penerbitan empat resi gudang dengan volume 438.450 Kg dan nilai pembiayaan Rp 192.000.000. Sedangkan di tahun 2019, jumlah resi gudang yang terbit 24 dengan volume 1.515.340 Kg, dan nilai pembiayaan Rp 10.867.755.








Tinggalkan Balasan