, ,

Aksi Tanggap PLN Atasi Bencana di Yogyakarta

Posted by

Yogyakarta, Petrominer – Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta baru saja terkena dampak badai siklon tropis Asia. Pemerintah Daerah Yogyakartakan pun telah menyerukan status tanggap darurat selama satu pekan terhitung sejak Rabu (29/11). Bencana alam ini mengakibatkan banjir dan tanah longsor yang menelan beberapa korban jiwa di lima kabupaten dan kota.

Aksi tanggap untuk membantu korban dan memulihkan lingkungan segera dilakukan sejumlah kalangan. Termasuk PT PLN (Persero), di mana PLN Distribusi Jateng dan Yogyakarta melakukan respon cepat atasi dampak bencana tersebut.

Apalagi, sebagian besar wilayah kerja PLN Distrubusi Jateng dan Yogyakarta dilaporkan terdampak bencana banjir, longsor dan pohon tumbang. Akibatnya, sekitar 279 ribu pelanggan dari 10 juta pelanggan yang ada mengalami gangguan padamnya aliran listrik

PLN pun segera menurunkan seluruh Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang ada di PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY, antara lain Area Magelang, Pekalongan, Demak, Semarang dan Purwokerto. Tidak hanya itu, para pegawai dan mitra kerja PLN juga dilibatkan. Ada sekitar 799 personil dan 31 alat kerja crane diterjunkan ke lokasi bencana untuk membantu pemulihan.

Sampai dengan Sabtu (2/11) pukul 17.00 WIB, pelanggan PLN yang masih mengalami pemadaman sejumlah 3.525 pelanggan. Sementara para petugas PLN masih berada di lokasi bencana untuk terus mengupayakan pemulihan agar listrik cepat menyala

Daerah yngg sangat parah terdampak adalah wilayah kerja Area Yogyakarta dengan pelanggan terdampak sebanyak 23 ribu lebih. Namun setelah dilakukan upaya pemulihan, saat ini tinggal sekitar 800 pelanggan saja. Begitu pula di Area Surakarta, terdampak 18 ribu lebih pelanggan dan pemulihan sudah mencapai 55 persen.

‎General Manager PLN Distribusi Jateng & DIY, Agung Nugraha, mengatakan bencana itu terjadi akibat siklon tropis yang melanda daerah ini. Khusus untuk Area Yogyakarta berdampak terhadap 60 titik jaringan dengan 10 ribu pelanggan di Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Meski begitu, secara bertahap PLN telah berhasil melakukan normalisasi kepa‎da 9.700 pelanggan atau 97 persen yang telah normal kembali.

Agung menargetkan, seluruh pelanggan yang masih mengalami padam di Area Yogyakarta bisa dituntaskan hari Sabtu kemaren. Kecuali pelanggan yang berada di Kecamatan Temon-Hargorejo-‎Crangak. Daerah ini belum bisa diperbaiki karena aksesnya terputus akibat tanah longsor.

“Dari 300 pelanggan itu ditargetkan menyala hari ini, kecuali di daerah yang putus karena tanah longsor yang sebanyak 125 pelanggan,” jelasnya.

PLN mengaku terus menerus bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk membantu membersihkan material tanah longsor.

Kendala tanah longsor juga masih menghambat upaya pemulihan listrik di Area Surakarta yaitu di Wonogiri. Tim PLN belum bisa memasuki seluruh lokasi yang ada karena masih tertutup longsor.

“Kami berupaya memberikan pelayanan teknik yang cepat terhadap ‎kondisi darurat dan mengutamakan kepuasan pelanggan,” jelas Agung.

PLN Peduli

Sambil memulihkan pasokan listrik, PLN Peduli juga hadir dengan memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak.

“Begitu kami mendengar adanya gangguan alam yang melanda sebagian Jawa Tengah dan Yogyakarta, dengan sigap Tim PLN Peduli melakukan koordinasi dengan BPBD Jateng dan Yogyakan untuk berkoordinasi mengenai kebutuhan apa yang bisa diberikan,” ujar Agung.

Tiga kabupaten di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah diberikan bantuan berupa kebutuhan bahan makanan pokok seperti beras, minyak, makanan instans, dan peralatan tidur seperti selimut, sarung, matras alas tidur serta obat-obatan dengan total Rp 220 juta. Untuk masing-masing daerah, Yogyakarta mendapat RP 100 juta, Klaten Rp 60 juta, Surakarta Rp 20 juta dan Semarang Rp 40 juta.

Agung berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat membantu dan meringankan warga yang terkena dampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *