, ,

Aksi Petugas PLN Copot Balon Udara di SUTT

Posted by

Wonosobo, Petrominer — Melepaskan balon udara menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri merupakan tradisi tahunan masyarakat di Jawa Tengah. Namun hal ini sangat membahayakan bagi lalu lintas penerbangan. Pasalnya, balon udara tersebut kerap diterbangkan hingga ketinggian 40 ribu kaki atau 12 ribu meter.

Tidak hanya itu, balon udara tersebut juga kerap mengganggu pasokan listrik. Seperti yang terjadi di Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (26/6).

Balon udara tersangkut di jaringan transmisi Wonosobo – Secang. Meski kejadian ini tidak menyebabkan pemadaman di pelanggan, namun jaringan transmisi harus dipadamkan karena alasan keamanan.

Meski masih dalam suasana lebaran, para petugas PT PLN (Persero) pun gerak cepat. Regu pemeliharaan Base Camp Salatiga pun diterjunkan untuk menurunkan balon udara yang tersangkut tersebut. Penurunan balon tersebut membutuhkan waktu selama 3 jam.

“Sesaat setelah kejadian, Tim pemeliharaan di base camp langsung menuju lokasi. Tim tersebut memang dalam posisi standby, tidak mengenal libur lebaran sehingga bisa cepat mengatasi gangguan balon udara ini,” ujar General Manajer Transmisi Jawa Bagian Tengah PLN, Edwin Nugraha Putra, Selasa (27/6).

Menurut Edwin, ada dua buah balon udara yang tersangkut di dua lokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Hal itu menyebabkan gangguan pada SUTT di transmisi Wonosobo Merica. Akibatnya, 3 Gardu Induk (GI), yakni GI Wonosobo, Garung, dan Dieng serta beberapa pelanggan mengalami pemadaman.

Untuk mengatasi gangguan tersebut, PLN menerjunkan 2 tim yang masing-masing terdiri dari 7 personil. Regu Pemeliharaan Base Camp Wonosobo menurunkan balon di SUTT Wonosobo-Merica, sementara Regu Pemeliharaan Base Camp Salatiga menurunkan balon di SUTT Wonosobo-Temanggung dan SUTT Wonosobo-Secang.

“Proses pemulihan ini berlangsung kurang lebih 3,5 sampai dengan 5 jam mengingat lokasi dan beratnya medan yang ditempuh,” jelasnya.

Dalam proses pemulihan tersebut, regu pemeliharaan harus bekerja ekstra hati-hati. Dua orang personil naik ke tower transmisi untuk menurunkan balon udara, sedangkan personil lainnya bertugas sebagai pengawas K3, pengawas manuver dan pengawas pekerjaan dibantu beberapa pelaksana. Dengan adanya kejadian tersebut, terjadi pemadaman sebesar 30MW.

“PLN berharap kejadian ini tidak terulang kembali, mengingat Pemda setempat juga sudah mengeluarkan surat larangan untuk melepaskan balon udara tersebut,” ujar Edwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *