Aksi damai para pegawai PT PLN (Persero) di depan Istana Negara, Kamis (21/4).

Jakarta, Petrominer — Sekitar 5.000 karyawan PT PLN (Persero)yang tergabung dalam Serikat Pekerja PLN melakukan Unjuk Rasa di depan Istana Negara Jakarta, Kamis siang (21/4). Aksi ini diikuti oleh Karyawan PLN dari Sabang sampai Merauke.

Aksi tersebut juga didukung oleh Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya diantaranya Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Serikat Pekerja Perusahaan Gas Negara dan Serikat Pekerja Krakatau Steel.

Ribuan pengunjuk rasa menuntut kepada Pemerintahan Presiden Jokowi untuk “Meluruskan Arah Kelistrikan dan Pengelolaan Energi Nasional.“

Dalam Aksi Damai Penyadaran itu, mereka menyampaikan Tujuh Tuntutan. Di antaranya Menolak Swastanisasi Ketenagalistrikan pada Program 35.000 MW yang akan menyebabkan harga listrik menjadi mahal dan terjadinya pemadaman seperti Pemadaman listrik di Nias akibat Pembangkit Listrik mayoritas dikuasai oleh Swasta yang beresiko terjadinya kartelisasi sehingga menyebabkan penderitaan pada rakyat.

Selain itu, mereka juga menuntut harga gas alam untuk domestik diturunkan sehingga harga listrik bisa lebih murah. Dan dalam hal Pengelolaan MIGAS Nasional mereka juga meminta kepada Presiden Jokowi agar dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara. Mereka juga menuntut supaya Pemerintah menghentikan eksport Gas Alam sehingga kebutuhan Dalam Negeri terpenuhi. Tuntutan ini termasuk Gas Alam dari Blok Masela yang akan dieksporasi 100 % untuk Domestik.

Mereka mengancam apabila tuntutan tidak dipenuhi akan mendatangkan massa yang lebih besar dan melakukan mogok kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here