Tomohon, Petrominer – Di masa lalu makna kepahlawanan berarti angkat senjata, mengusir penjajah agar bangsa Indonesia merdeka. Kini, makna pahlawan adalah mereka yang mengisi kemerdekaan dengan dengan hal-hal bermanfaat untuk orang lain, dan tentunya memajukan bangsa dan negara.
Akrim Fajar bisa masuk kategori di atas. Pemuda kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan, 28 tahun sehari-hari mengabdikan diri menjadi petugas pada tim Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan – Tegangan Tinggi (PDKB-TT) di PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Manado.
Tak pernah disangka, di tengah riuhnya peringatan Hari Kemerdekaan, Senin (17/), Akrim harus menyelamatkan seorang atlet paralayang yang tersangkut di SUTT ketika melakukan atraksi dalam memeriahkan HUT RI ke-75. Dengan kemampuannya, Akrim dan seluruh Tim PDKB-TT UPT Manado mampu menyelamatkan atlet paralayang yang tersangkut pada jaringan transmisi tersebut.
Dengan gagah berani, Akrim menaiki satu demi satu besi pada transmisi, memanjat dan merayap di atas kabel konduktor layaknya tokoh superhero “Spiderman”. Berkat upayanya tersebut, atlet paralayang itu mampu dibawa turun dengan selamat.
“Puji syukur kita bisa menurunkan dan menyelamatkan atlet paralayang yang tersangkut,” ujar Akrim, Selasa (18/8).
Memang bukan perkara mudah menjalani hari-hari sebagai seorang teknisi PDKB, yang bekerja di tempat ketinggian mempertaruhkan nyawa demi listrik menyala. Kesehariannya, Akrim dan petugas PDKB memanjat dari satu tiang transmisi ke tiang transmisi lain yang tingginya sekitar 50 meter. Selain memanjat, mereka juga harus berjibaku, merayap, bahkan berjalan di antara kabel-kabel bertegangan tinggi.
“Ya, kabel itu tentu saja bertegangan, bukan kabel mati. Tegangan dalam kabel itu 70.000 Volt atau lebih dari 300 kali tegangan yang ada dirumah kita. Kegagalan nol koma sekian persen saja dapat mengakibatkan kecelakaan fatal. Oleh karena itu safety menjadi kunci bagi kami,” ujar Akrim.
Dia mengaku pada awalnya tak pernah terbesit dalam benaknya untuk melakoni pekerjaan seperti sekarang. Namun, kesempatan dan semangat untuk bermanfaat bagi orang lainlah yang membawanya pada pekerjaan ini. Bahaya yang ada di sekitarnya tak pernah menyurutkan tekad Akrim untuk terus menjaga dan melistriki negeri.
“Tanggung jawab ini memang besar karena nyawa taruhannya, tapi dari hati kami bangga bisa menjadi bagian dari PLN. Bekerja dan berjuang sebagai wujud bakti kepada negeri,” tegas Akrim.

Akrim Fajar hanyalah satu contoh dari ribuan pahlawan kelistrikan yang menjaga detik-detik setiap nadi kehidupan. Hadirnya terang di rumah sakit, sarana pendidikan, rumah ibadah sampai terjaga hangatnya berkumpul bersama keluarga dirasakan akibat listrik menyala. Karena Inilah filosofi kemerdekaan yang sebenarnya, merdeka adalah ketika kita dapat memerdekakan dan menjadi manfaat bagi sesama.








Tinggalkan Balasan