Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) akan segera memulai pilot project Enhance Oil Recovery (EOR) dengan metode Huff and Puff melalui skema No-Cure No-Pay di blok Offshore Southeast Sumatra (OSES). Diawali dengan penandatanganan Kontrak Pengadaan Material dan Jasa Nutrient Organic Oil Recovery untuk aplikasi teknologi Titan Organic Oil Recovery (OOR) dengan PT Valco Mulia International (VMI).
“Ini merupakan wujud nyata usaha Pertamina dan penyedia teknologi dalam meningkatkan produksi minyak bumi di Indonesia guna menunjang ketahanan energi nasional,” ujar General Manager PHE OSES, Antonius Arinto, usai menandatangani kontrak Pengadaan Material dan Jasa Nutrient Organic Oil Recovery, Selasa (6/6).
Menurut Antonius, selain usaha eksplorasi, dibutuhkan teknologi EOR yang tepat dan sesuai dengan kriteria masing-masing lapangan. Bayang-bayang resiko kegagalan yang tinggi telah memaksa perusahaan migas untuk mempertimbangkan secara matang sebelum memilih teknologi yang tepat untuk implementasi EOR.
“Keberhasilan pilot project ini akan memperlihatkan potensi blok OSES yang masih besar dan mampu mendukung kenaikan produksi minyak nasional,” ungkapnya.
Direktur Utama VMI, Muhammad Hadi Bil’id, menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan PHE OSES selama lebih dari satu tahun untuk menciptakan skema kontrak yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
“PHE OSES, VMI dan partnernya bersama-sama berbagi resiko dan investasi dalam mewujudkan program pilot ini dan keberhasilannya dapat mendorong semangat peningkatan produksi migas kedepannya guna mencapai kemandirian energi,” ucapnya.
Sementara Moshe Rizal, Country Representative Viner Burch Global mewakili Titan Organic Oil Recovery sebagai pemilik paten teknologi OOR, menyatakan yakin teknologi ini adalah yang tepat karena tidak membutuhkan biaya CAPEX maupun operasional yang besar.
“Yang terpenting adalah teknologi ini sudah terbukti di banyak lapangan di seluruh dunia tidak hanya dalam implementasi pilot tapi juga full-field (skala lapangan), mengkombinasikan antara teknologi dan investasi melalui skema No-Cure No-Pay akan mengurangi resiko bagi Pertamina sebagai pemilik Kontrak Kerjasama dengan Pemerintah,” kata Moshe Rizal.








Tinggalkan Balasan