Jakarta, Petrominer – Untuk meningkatkan kehandalan pasokan energi di Wilayah Indonesia Timur, PT Pertamina (Persero) tengah menuntaskan pembangunan infrastruktur Terminal LPG di Wayame, Ambon Provinsi Maluku. Terminal LPG ini memiliki kapasitas total 2.000 Metrik Ton (MT).
Menurut Pjs. SVP Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman, progres pembangunan Terminal LPG Wayame sudah mencapai 95 persen pada akhir Juni 2021 lalu. Dibangun sejak April 2019, terminal LPG ini diperkirakan rampung pertengahan bulan Juli 2021 ini.
“Selain terminal, Pertamina juga membangun dermaga berkapasitas 6.500 DWT di Terminal LPG Wayame. Pembangunan Terminal LPG, dermaga beserta sarana dan fasilitas pendukung ini menelan investasi Rp 330 miliar,” ungkap Fajriyah, Jum’at (2/7).
Selama proses pembangunan infrastruktur tersebut, jelasnya, Pertamina melibatkan 223 perusahaan lokal, yang terdiri dari 208 perusahaan supplier material dan 15 perusahaan subkontraktor konstruksi fabrikasi. Ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam membangun perekonomian nasional dengan memperhatikan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di setiap pembangunan infrastruktur.
“Pembangunan dermaga dan tangki LPG di Wayame Ambon diprognosakan sebesar 45,75 persen merupakan TKDN gabungan barang dan jasa. Nilai ini lebih tinggi dari standar TKDN proyek Pertamina tahun 2021 yang sebesar 30 persen,” ujar Fajriyah.
Beberapa perusahaan lokal yang berkontribusi dalam pembangunan terminal LPG Wayane antara lain PT Krakatau Steel, PT Wika Beton, PT Hanil Jaya Steel, PT Gajah Mas Tehnik, PT Gracia Sejahtera Perkasa, PT Global Trimandiri Perkasa, PT Alfa Valves Indonesia, PT Control System Arena Paranusa, PT Merkuri Abadi Globalindo, PT Jayakarta Global Pratama, PT Mitra Galperti, PT Lasindo Jayabermasa, PT Fastindo Wiratama dan lain-lain.
Selain pembangunan Terminal LPG di Wayame, Pertamina juga tengah menuntaskan pembangunan tiga infrastruktur LPG lainnya di wilayah Indonesia Timur. Meliputi Terminal LPG di Tenau Kupang (NTT), Terminal LPG di Bima (NTB) dan Terminal LPG di Jayapura (Papua). Total kapasitas dari pembangunan keempat infrastruktur ini mencapai 6.000 MT.
“Pembangunan Terminal LPG ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional serta bagian dari penugasan pemerintah dalam rangka penyediaan energi nasional yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Pertamina tahun 2021, yang diharapkan dapat menambah pasokan dan juga kehandalan infrastruktur energi nasional,” papar Fajriyah.









Tinggalkan Balasan