Ada Insiden Protes di RUPS, Ini Tanggapan Adaro

0
534
Pria yang melakukan protes pembangunan PLTU batubara baru saat digiring untuk keluar ruangan acara RUPS Adaro.

Jakarta, Petrominer – Ada insiden menarik dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (Adaro), Kamis pagi (11/5). Pemegang saham Adaro menyampaikan kekhawatiran secara langsung atas rencana pembangunan PLTU batu-bara baru di Kalimantan Utara untuk smelter aluminium Adaro sebesar 1,1 Gigawatt.

Berdasarkan potongan video yang diterima PETROMINER, ada dua orang pria yang secara bergantian menyampaikan pesannya dengan cara membuka banner yang bertuliskan menolak pembangunan PLTU batubara baru. Namun akhirnya, kedua pria tersebut digiring untuk keluar ruangan.

“Adaro ingin membangun PLTU batubara baru. PLTU batubara adalah penyebab utama krisis iklim yang mengancam kehidupan kita, mengancam kehidupan saya dan mengancam kehidupan kalian,” ucap salah satu pria dalam video tersebut.

Terkait insiden tersebut, Head of Corporate Communication Adaro, Febriati Nadira, mengatakan pihaknya menghargai kebebasan setiap orang dalam mengemukakan pendapatnya.

“Adaro menghargai kebebasan setiap orang untuk mengemukakan pendapatnya,” ujar Febriati saat dihubungi PETROMINER.

Dia menyampaikan bahwa sejalan dengan transisi menuju ekonomi hijau dengan Pembangunan Energi Baru Terbarukan yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah, Adaro berkomitmen untuk berkontribusi dengan mengembangkan kegiatan usahanya di bidang mineral hijau dan energi terbarukan, serta sedang melakukan penilaian atas peluang terkait ekosistem baterai, baik di hilir maupun di hulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here