President Director Acer Indonesia, Herbet Ang.

Merauke, Petrominer – Acer berkomitmen penuh untuk mendukung transformasi digital di dunia pendidikan Indonesia dengan berbagai inovasi teknologinya. Salah satu realisasinya adalah membantu SMP Negeri Buti di Merauke, Papua, meluncurkan kelas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Laboratorium Jelajah Ilmu yang menggunakan solusi dan ekosistem pendukung dari Acer for Education.

President Director Acer Indonesia, Herbet Ang, mengatakan penerapan solusi pendidikan berbasis teknologi informasi di SMP Negeri Buti Merauke menjadi kontribusi nyata Acer untuk membantu mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Pemain utama di industri PC Indonesia ini akan berbagi inovasi teknologinya yang terintegrasi, komprehensif serta berstandar global.

“Kami bangga bisa menjalin kerja sama dengan SMP Negeri Buti di Merauke, kota paling ujung timur Indonesia. Dengan digunakannya Jelajah Ilmu di Merauke, Acer mengajak semua pihak untuk mendukung transformasi pendidikan melalui teknologi,” ujar Herbet usai menandatangani nota kesepahaman dan meresmikan kerja sama dengan SMP Negeri Buti Merauke, Selasa (16/11).

Dia menjelaskan, Jelajah Ilmu merupakan bagian dari solusi Acer for Education yang bertujuan menjembatani hubungan antara teknologi dan manusia, sehingga transformasi digital pendidikan dapat dilakukan dengan lebih baik. Sebagai brand dengan pengalaman panjang di dunia teknologi, Acer ingin menjadi bagian dalam membantu proses mempercepat pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.

Pandemi yang terjadi di hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia memiliki dampak pada mutu pendidikan termasuk di Papua. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, pandemi berpengaruh terhadap kondisi sosial dan geografis. Keterbatasan akses teknologi menyebabkan angka putus sekolah di Papua tahun 2021 meningkat dari tahun sebelumnya, menjadi 21 persen. Sama halnya dengan angka buta huruf menjadi 27 persen dibandingkan 22 persen pada tahun 2020.

“Solusi transformasi sistem pendidikan sangat dibutuhkan untuk membantu menanggulangi dampak tersebut,” ungkap Herbet.

Bupati Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Acer atas usahanya dalam memajukan standar pendidikan di Indonesia hingga sampai di Merauke. Jelajah Ilmu ini diharapkan bisa menjadi solusi yang efektif dalam memberikan percepatan transformasi digital dan sumber daya manusia di Papua.

“Kami menyambut baik kerja sama Acer dengan SMP Negeri Buti Merauke. Semoga kerja sama ini bisa menjadi katalis positif bagi pertumbuhan kualitas pendidikan di Merauke di masa yang akan datang,” ujar Romanus.

SMP Negeri Buti Merauke memiliki rekam jejak yang baik dalam hal perubahan. Sejak tahun 2020, sekolah ini menerapkan kurikulum adaptif dari kurikulum K13 yang dinamakan kurikulum gotong royong.

Menurut studi yang dilakukan oleh Google, National Science Foundation dan MIT, jika dibandingkan sistem pembelajaran konvensional, kombinasi Learning Management System dan pembelajaran daring terbukti mampu meningkatkan efisiensi belajar hingga 25-60 persen. SMP Negeri Buti Merauke menerapkan transformasi kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan platform pembelajaran digital Jelajah Ilmu.

Jelajah Ilmu menggabungkan standar internasional dengan kurikulum Kemendikbud dan dikemas dalam Bahasa Indonesia agar memudahkan penggunanya. Jelajah Ilmu adalah sebuah solusi pendidikan berbasis teknologi untuk jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA.

Platform ini dikembangkan oleh Acer bersama dengan mySecondTeacher yang sudah dipakai di sekolah-sekolah ternama di lebih dari 20 negara. Teknologi ini juga telah mendapat penghargaan Top eLearning Company Award Asia Pasifik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here