Jakarta, Petrominer — PT ABM Investama Tbk (ABMM) menyatakan akan tetap melanjutkan program efisien di selaga segmen terkait kondisi bisnis batubara yang relatif stagnan tahun ini. Apalagi, langkah efisiensi yang mulai dilakukan sejak tahun 2014 itu terbukti telah berhasil memperkuat fundamental perusahaan itu.

“Berkat program efisiensi yang kami lakukan, biaya operasional bisa ditekan dan beban perusahaan juga berkurang. Situasi bisnis saat ini mengharuskan kami untuk menciptakan keseimbangan biaya yang baru,” ujar Direktur Keuangan ABM Investama, Adrian Erlangga Sjamsul, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (18/5).

Adrian menjelaskan, salah satu langkah nyata dari upaya efisiensi yang dilakukan ABM adalah melakukan perampingan dari supply chain sehingga banyak biaya yang dapat terus dipangkas.

“Strategi efisiensi ini akan sangat terasa dampaknya ketika harga batubara mulai membaik. Inilah standar baru yang dikembangkan ABM untuk menghadapi tantangan bisnis saat ini,” ujarnya.

ABM Investama adalah perusahaan energi terintegrasi untuk investasi strategis dengan fokus pada sumber daya (resources), jasa (services), dan infrastruktur (infrastructure). Perusahaan ini menyediakan solusi yang berfokus pada tiga unit bisnis utama, yaitu penambangan batubara, jasa kontraktor pertambangan, dan tenaga listrik dengan dukungan engineering services dan logistik terintegrasi.

ABM Investama merupakan bagian dari Grup Tiara Marga Trakindo (TMT), salah satu kelompok bisnis nasional terbesar di Indonesia yang telah 40 tahun berkecimpung di industri alat berat. Hingga saat ini, TMT merupakan pemimpin penyedia jasa untuk sektor energi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here