, ,

ICP Masih Menguat Dekati Angka US$ 60

Posted by

Jakarta, Petrominer – Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Nopember 2017 masih menunjukan kenaikan yang cukup signifikan memasuki bulan kelima berturut-turut. Bahkan, harga sudah mendekati dan ada juga yang melewati angka US$ 60 per barel

Perkembangan ini juga diikuti oleh harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Price). Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Nopember 2017 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Senin (11/12), harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

ICP (yang terdiri dari 43 jenis) tercatat sebesar US$ 59,34 per barel, naik US$ 5,33 per barel dibandingkan bulan September yang sebesar US$ 54,02 per barel. Penguatan serupa juga terjadi pada harga rata-rata ICP SLC yang naik sebesar US$ 5,12 per barel dari US$ 54,71 per barel menjadi US$ 59,83 per barel.

Penguatan harga minyak mentah Indonesia tersebut dan juga harga minyak mentah utama lainnya di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi oleh meningkatnya resiko geopolitik di Timur Tengah antara Arab Saudi dan Iran. Selain itu, juga terdapat ketidakstabilan politik dalam negeri di Arab Saudi

“Malahan, Arab Saudi telah mengurangi ekspor minyak mentah hingga sebesar 120 ribu barel per hari dibandingkan ekspor pada bulan Oktober 2017,” tulis laporan SKK Migas tersebut.

Penguatan harga juga dipengaruhi oleh paska gempa bumi yang terjadi di Iran dan Irak pada 12 Nopember 2017 lalu. Hal ini menyebabkan terganggunya produksi minyak mentah dari kedua negara tersebut.

Tidak hanya di kawasan Asia Pasifik, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami kenaikan.

  • Dated Brent naik US$ 5,26 per barel dari US$ 57,36 per barel menjadi US$ 62,62 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 5,22 per barel dari US$ 57,65 per barel menjadi US$ 62,87 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 5,07 per barel dari US$ 51,59 per barel menjadi US$ 56,66 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 5,24 per barel dari US$ 55,50 per barel menjadi US$ 60,74 per barel.

Kenaikan harga ini terpengaruh keputusan negara-negara OPEC untuk memperpanjang kesepakatan membatasi produksi sepanjang tahun 2018, pada general meeting yang diadakan pada 30 Nopember 2017 lalu.

Berdasarkan publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bulan Nopember 2017, produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC pada bulan Oktober 2017 turun 0,15 juta barel per hari (bph) menjadi sebesar 32,59 juta bph. Sementara proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2017 naik 0,14 juta bph pada proyeksi bulan Nopember 2017 menjadi 96,94 juta bph, dari proyeksi bulan Oktober 2017 yaitu sebesar 96,80 juta bph.

“Berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency) di bulan Nopember 2017, komitmen Negara-Negara Non-OPEC untuk membatasi produksi mencapai 107 persen pada bulan Oktober 2017,” tulis laporan SKK Migas.

Kenaikan harga juga dipengaruhi oleh kondisi pengaliran minyak melalui pipa dari Kanada menuju Amerika Serikat mengalami partial shutdown akibat kebocoran pada pipa. Padahal, jaringan pipa itu biasanya mengalirkan minyak sebanyak 560 ribu bph. Akibatnya, volume minyak yang disuplai dari Kanada kepada Amerika Serikat sampai akhir Nopember 2017 hanya mencapai 15 persen dari volume normal. Hal ini akan berlangsung hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2016-2017.

Sementara bulan Desember 2017, harga diperkirakan masih terus menguat karena kepatuhan negara-negara OPEC dalam membatasi tingkat produksi sesuai kesepakatan. Harga juga kian terdorong terus berlanjutnya ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya permintaan minyak mentah global.

Namun, harga bisa saja kembali melemah karena terjadi penguatan nilai tukar Dolar AS dibandingkan mata uang dunia lainnya, dan juga menurunnya permintaan minyak mentah di beberapa negara Asia.

Berdasarkan hal tersebut di atas, pada bulan Desember ini diperkirakan:

  • Harga rata-rata minyak mentah Indonesia berkisar antara US$ 59,00-63,00 per barel.
  • Harga rata-rata Dated Brent berkisar antara US$ 62,00-66,00 per barel.
  • Harga rata-rata WTI (NYMEX) berkisar antara US$ 56,00-60,00 per barel.
  • Harga rata-rata Brent (ICE) berkisar antara US$ 62,00-66,00 per barel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *