, , ,

Dorong Kemandirian Masyarakat lewat Program CSR dan ESG

Posted by

Jakarta, Petrominer — Di tengah tuntutan agar dunia usaha tidak hanya mengejar pertumbuhan, program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin penting untuk menilai apakah kehadiran perusahaan memberi manfaat bagi masyarakat. Di sektor pertambangan, ukurannya bukan lagi sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi sejauh mana perusahaan mampu memberdayakan masyarakat, membuka peluang ekonomi, menjaga lingkungan, dan menciptakan dampak jangka panjang di sekitar wilayah operasional.

Direktur Utama PT ABM Investama Tbk (ABMM), Achmad Ananda Djajanegara, mengatakan bahwa dalam kerangka keberlanjutan Grup ABMM, CSR menjadi bagian penting dari framework ESG. Utamanya pada aspek sosial yang dijalankan untuk menopang keberlanjutan bisnis. 

“ESG memiliki cakupan yang lebih luas, tetapi melalui program CSR yang terarah kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan usaha juga diikuti dengan penguatan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan dampak yang nyata. Pendekatan inilah yang dijalankan Grup ABM Investama dalam menerjemahkan keberlanjutan di tingkat operasional,” jelas Achmad Ananda, yang akrab disapa Andi, Selasa (26/5).  

Menurut Iwan, penghargaan ini mencerminkan konsistensi Reswara dalam menempatkan CSR dan ESG sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, pemulihan lingkungan, dan tata kelola yang terintegrasi di seluruh lini usaha.

“CSR dan ESG bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan cara untuk memastikan bahwa kehadiran kami benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Kami ingin setiap program yang dijalankan tidak hanya selesai sebagai kegiatan, tetapi meninggalkan kapasitas, peluang, dan kemandirian yang bisa tumbuh dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Ekonomi Masyarakat

Bagi anak usaha ABM Investama ini, pertumbuhan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan lingkungan. Karena itu, arah kebijakan CSR dan ESG harus dibangun dengan pendekatan yang lebih substantif untuk menumbuhkan kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat. 

Salah satu contoh utamanya terlihat pada program pemulihan lingkungan yang dijalankan melalui anak usaha Reswara, PT Tunas Inti Abadi (TIA), di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. TIA mencatat total reklamasi lahan mencapai 901,26 hektare (ha). Pada saat yang sama, realisasi rehabilitasi daerah aliran sungai telah mencapai 1.745,10 ha atau setara 100 persen dari kewajiban yang ditetapkan, dengan total 563.268 pohon telah ditanam di area IUP TIA. 

Di ranah pemberdayaan ekonomi juga terdapat progam pengembangan Kopi Aranio di Desa Tiwingan Lama, Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program ini menggabungkan revitalisasi lahan dengan penguatan kapasitas petani kopi lokal. Pengukuran Social Return on Investment (SROI) menunjukkan nilai 3,38, yang mencerminkan adanya manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas  dari program tersebut. 

Reswara bergerak di bidang pertambangan batubara terintegrasi. Menjalankan kegiatan usaha melalui sejumlah entitas, antara lain PT Tunas Inti Abadi (TIA) di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) di Aceh Barat, serta PT Piranti Jaya Utama (PJU) di Kapuas, Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *