,

ABB Bantu Industri Lakukan Modernisasi DCS Tanpa Gangguan

Posted by

Jakarta, Petrominer – ABB memperkenalkan program Automation Extended yang akan membantu industri melakukan modernisasi sistem kontrol terdistribusi (Distributed Control System/DCS) tanpa mengganggu operasional. Program ini diaplikasikan dengan memanfaatkan platform ABB yang telah teruji serta memproteksi investasi yang sudah ada.

President ABB Automation Business Area, Peter Terwiesch, mengatakan operasional di industri saat ini dihadapi pada pasar yang volatil, ancaman keamanan siber, tekanan regulasi, serta dinamika tenaga kerja yang berubah dengan cepat. Automation Extended dari ABB dirancang untuk menjawab tantangan tersebut, dengan menghadirkan inovasi yang tepat dan cepat tanpa mengganggu produksi, mendukung analisis dan integrasi IoT, sekaligus menyederhanakan sistem operasional agar mudah dikendalikan.

“Ini adalah sebuah evolusi strategis dari sistem kontrol terdistribusi (DCS) yang dirancang untuk membantu industri melakukan modernisasi tanpa disrupsi atau tanpa gangguan,” ujar Peter dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Rabu (25/2).

“Pendekatan ini menghadirkan jalur modernisasi yang terstruktur dan minim risiko, menjaga kesinambungan operasional sekaligus membuka ruang bagi inovasi,” jelas Peter.

Automation Extended menghadirkan pendekatan modernisasi sistem yang terstruktur bagi pelaku industri Indonesia di berbagai sektor, mulai dari pembangkitan listrik hingga minyak dan gas, sehingga perusahaan dapat bertransformasi sesuai ritme dan kesiapan masing-masing tanpa risiko gangguan operasional.

Berbasis platform ABB, Automation Extended menghadirkan peningkatkan kinerja yang langsung terasa yang mendorong operasional menjadi lebih efisien, lebih bersih dan lebih cerdas, serta menghadirkan kepercayaan jangka panjang melalui jalur transformasi yang terarah menuju operasi yang semakin otonom, guna mendukung pencapaian tujuan bisnis perusahaan.

“Arsitektur berbasis pemisahan fungsi (separation-of-concerns) melindungi sistem kontrol utama, sekaligus memungkinkan kapabilitas digital baru untuk diterapkan dalam skala besar, tanpa mengganggu operasi yang sangat krusial,” ujar Peter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *