Muaro Jambi, Petrominer – PT Pertamina EP Jambi Field bakal memberikan tambahan produksi minyak hingga 1.240 barrel oil per day (BOPD). Tambahan produksi ini menyusul keberhasilan dari pengeboran sumur pengembangan Puspa Asri-020 (PPS-020).
Kepala Departemen Operasi Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, mengapresiasi keberhasilan dan semua kerja keras tim Pertamina EP Jambi Field yang berada di bawah Pertamina Hulu Rokan Regional-1 Zona-1.
“Hasil ini sangat menggembirakan karena akan mendukung program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada energi dan ketahanan energi nasional. Kami apresiasi semua kerja keras tim Pertamina Hulu Rokan Regional-1 Zona-1 Field Jambi yang terlah berhasil melakukan pengeboran dan mendapat hasil yang luar biasa,” ujar Bambang dalam kunjungan lapangan ke lokasi pengeboran sumur PPS-020, Kamis (21/8).
Kunjungan tersebut dilaukan untuk memastikan kelancaran uji produksi dan kesiapan penerimaan minyak hasil produksi dari sumur pengembangan tersebut. Lokasi pengeboran sumur PPS – 020 terletak di struktur Puspa Asri, Desa Talang Duku, Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi, Jambi.
Dalam kunjungan tersebut, ungkapnya, didapatkan hasil uji produksi sumur pengembangan PPS-020 selama 20-21 Agustus 2025 sebesar 800 BOPD hingga 1.243 BOPD. Hasil ini akan dibawa ke Gathering Station (GS) Puspa Asri yang telah siap untuk menerima minyak tersebut untuk selanjutnya dibawa menggunakan moda transportasi darat (trucking) ke fasilitas produksi Pertamina di Sungai Gelam.
“Dengan adanya tambahan produksi dari sumur pengembangan tersebut maka industri hulu migas semakin optimis untuk dapat melaksanakan Asta Cita yaitu Swasembada Energi melalui berbagai upaya untuk menambah pasokan minyak dan gas bumi dari wilayah Sumatera Bagian Selatan,” ujar Bambang.
Dalam kesempatan yang sama, Field Manager PHR Zona-1, Kurniawan Triyo Widodo, menjelaskan pengeboran sumur PPS-020 menggunakan rig NYT-19 dengan kekuatan 700 HP. Target kedalaman akhir di 1.439 mMD, yang dilaksanakan sejak 30 Juli hingga 20 Agustus 2025.
“Kegiatan pengeboran berlangsung selama 21 hari dari target 23 hari, sehingga kami bisa melakukan efisiensi dari sisi biaya dengan hasil yang baik,” jelas Triyo.








Tinggalkan Balasan