, ,

ICP Terus Menguat dan Dekati US$ 50

Posted by

Jakarta, Petrominer – Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Agustus 2017 masih menguat memasuki bulan kedua berturut-turut. Tren serupa juga terjadi pada harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Price).

Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Agustus 2017 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Senin (11/9), harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

ICP (yang terdiri dari 43 jenis) tercatat sebesar US$ 48,43 per barel, naik US$ 2,95 per barel dibandingkan bulan Juli yang sebesar US$ 45,48 per barel. Penguatan serupa juga terjadi pada harga rata-rata ICP SLC yang naik sebesar US$ 2,82 per barel dari US$ 46,35 per barel menjadi US$ 49,17 per barel.

Penguatan harga minyak mentah Indonesia tersebut dan juga harga minyak mentah utama lainnya di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi peningkatan permintaan produk minyak mentah di China dan India, seperti yang dilaporkan dalam publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) edisi Agustus 2017.

“Laporan berkala tersebut juga melaporkan bahwa kondisi perekonomian China terus mengalami peningkatan,” tulis laporan SKK Migas tersebut.

Tidak hanya di kawasan Asia Pasifik, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami kenaikan.

  • Dated Brent naik US$ 3,08 per barel dari US$ 48,56 per barel menjadi US$ 51,64 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 2,72 per barel dari US$ 49,15 per barel menjadi US$ 51,87 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 1,38 per barel dari US$ 46,68 per barel menjadi US$ 48,06 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 2,68 per barel dari US$ 46,93 per barel menjadi US$ 49,61 per barel.

Kenaikan harga ini terpengaruh publikasi OPEC bulan Agustus 2017 yang melaporkan bahwa proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2017 naik 0,11 juta bph dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya menjadi 96,49 juta bph. Perkiraan pertumbuhan permintaan produk minyak global pada tahun 2017 telah di revisi naik 0,1 Juta bph dibanding laporan bulan sebelumnya, menjadi 1,5 Juta bph

“Berdasarkan publikasi IEA dan OPEC di bulan Agustus 2017, stok minyak mentah komersial negara OECD mengalami penurunan sebesar 19,2 juta barel dan 21,9 juta barel,” tulis laporan SKK Migas.

Respon positif pasar setelah terus mengawasi tingkat penggunaan rig di Amerika Serikat. Berdasarkan data Baker Hughes Incorporated, terdapat penurunan jumlah drilling rig di Amerika Serikat, yaitu turun sebanyak 4 rig dalam satu pekan di bulan Agustus 2017, menjadi 954 rig.

Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2016-2017.
Harga Agustus 2017.

Untuk bulan September 2017, harga diperkirakan masih terus menguat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah membaiknya perekonomian dunia, khususnya di Zona Eropa dan China, serta terus menurunnya stok minyak mentah komersial baik di AS maupun negara OECD.

Namun, harga bisa saja kembali melemah karena terus meningkatnya produksi minyak mentah baik dari negara OPEC maupun non-OPEC. Harga kian tertekan rendah karena laporan yang menyebutkan adanya penurunan tingkat pengolahan kilang minyak di AS dan turunnya permintaan minyak seiring dengan mulai berakhirnya driving season dan dampak dari badai Harvey pada akhir bulan Agustus 2017.

Berdasarkan hal tersebut di atas, pada bulan September ini diperkirakan:

  • Harga rata-rata minyak mentah Indonesia berkisar antara US$ 46,00-51,00 per barel.
  • Harga rata-rata Dated Brent berkisar antara US$ 49,00-54,00 per barel.
  • Harga rata-rata WTI (NYMEX) berkisar antara US$ 46,00-51,00 per barel.
  • Harga rata-rata Brent (ICE) berkisar antara US$ 49,00-54,00 per barel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *