Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus berupaya peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi personel di bidang drilling dan well intervention. Untuk merealisasikannya, kerja sama strategis pun dijalin dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling).
Sebuah Nota Kesepahaman (MoU) antara PHE dan Pertamina Drilling telah disepakati. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh VP Drilling and Well Intervention PHE, Fata Yunus, dan Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, Kamis (3/7).
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memastikan bahwa SDM yang terlibat dalam operasi pemboran dan perawatan sumur di lingkungan PHE dan mitra kerja kami memiliki kompetensi terbaik, sesuai standar nasional dan internasional,” ungkap Fata Yunus, Senin (14/7).
Saat ini, menurutnya, ada sekitar 18 ribu personil yang mendukung operasi pemboran dan perawatan sumur di Pertamina.
Kerja sama ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk membangun sinergi berkelanjutan melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang akan dilaksanakan di fasilitas Indonesia Drilling Training Center (IDTC) milik Pertamina Drilling.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pelatihan dan sertifikasi kompetensi pada berbagai skema. Di antaranya Pemboran (Drilling), Perawatan Sumur (Well Intervention), Operator Crane & Rigger, Penanganan Bahaya Gas H2S, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Migas, Welding & Scaffolding serta International Well Control Certification.
Selain itu, Pertamina Drilling juga akan menyediakan sumber daya instruktur, fasilitas, dan materi pelatihan yang relevan, termasuk untuk mendukung operasi pemboran dan perawatan sumur.
Sementara Aziz Muslim menjelaskan bahwa IDTC telah dirancang sebagai pusat pelatihan unggulan. Dia percaya kerja sama ini akan meningkatkan standar keselamatan, efisiensi, dan kualitas sumber daya manusia di sektor hulu migas.
Melalui kerja sama ini, utilisasi fasilitas IDTC diharapkan semakin optimal serta mampu menjawab kebutuhan industri dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap menghadapi tantangan operasi migas ke depan.









Tinggalkan Balasan