,

ICP Tetap Melemah

Posted by

Jakarta, Petrominer — Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Mei 2017 kembali melemah setelah sempat menguat bulan sebelumnya. Tren serupa juga dialami harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Prices).

Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Mei 2017 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Jum’at (9/6), harga minyak mentah Indonesia mengalami penurunan dibandingkan April 2017.

ICP (yang terdiri dari 43 jenis) tercatat sebesar US$ 47,09 per barel, turun US$ 2,47 per barel dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 49,56 per barel. Penurunan serupa juga terjadi pada harga rata-rata ICP SLC, yang turun US$ 2,43 per barel dari US$ 50,51 per barel menjadi US$ 48,08 per barel.

Penurunan harga minyak mentah Indonesia dan minyak mentah utama lainnya di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi oleh laporan yang menyebutkan utilisasi kilang di Jepang turun sebesar 1,6% menjadi 3,14 juta barel per hari (bph) dibandingkan bulan sebelumnya. Harga kian tertekan karena meningkatnya suplai minyak mentah di Asia Pasifik pada kuartal II-2017 sebesar 0,07 juta bph, dibandingkan kuartal I-2017 yang sebesar 0,43 juta bph.

“Berdasarkan data awal dari Japanese Ministry of Economy, Trade and Industry, permintaan minyak mentah di Jepang turun sebanyak 3,8% secara year-on-year,” tulis laporan SKK Migas tersebut.

Sejalan dengan itu, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami penurunan. Brent (ICE) turun US$ 2,43 per barel dari US$ 53,82 per barel menjadi US$ 51,39 per barel. WTI (Nymex) turun US$ 2,58 per barel dari US$ 51,12 per barel menjadi US$ 48,54 per barel. Basket OPEC turun US$ 2,29 per barel dari US$ 51,36 per barel menjadi US$ 49,07 per barel.

Penurunan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kenaikan produksi minyak dunia oleh Negara-Negara OPEC dan Amerika Serikat masing-masing sebesar 65 ribu bph dan 195 ribu bph pada bulan April menjadi 31,78 juta bph dan 19,7 juta bph. Tidak hanya itu, stok minyak mentah komersial di Negara-Negara OECD juga mencapai rekor tertinggi sebesar 1,235 juta bph, karena tingginya impor, menurunnya permintaan kilang, dan meningkatnya produksi minyak mentah di Amerika Serikat.

“Terdapatnya sentimen negatif pada pasar minyak dunia setelah adanya rencana Presiden Trump untuk melakukan penjualan Strategic Petroleum Reserve milik Amerika Serikat selama 10 tahun terhitung mulai tahun 2018,” tulis laporan tersebut.

Harga Juni 2017

Untuk bulan Juni 2017, harga diperkirakan masih melemah karena terus meningkatnya produksi minyak mentah Amerika Serikat. Harga juga tertekan turun menyusul adanya laporan yang menyebutkan bahwa jumlah oil rig count di Amerika Serikat meningkat.

Namun, harga bisa saja kembali menguat karena dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya adalah terus terjadinya revisi naik permintaan minyak mentah dunia untuk tahun 2017. Selain itu, negara-negara OPEC dan Non-OPEC memperpanjang kesepakatan penurunan produksi yang akan berakhir bulan Juni 2017.

Berdasarkan hal tersebut di atas, harga minyak mentah dalam bulan Juni 2017 diperkirakan:
– Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) antara US$ 45,00 – 50,00 per barel.
– Harga rata-rata WTI (NYMEX) antara US$ 46,00 -51,00 per barel.
– Harga rata-rata Brent (ICE) antara US$ 48,00 – 53,00 per barel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *