, ,

Masuki Usia 55 Tahun, Elnusa Optimalkan Inovasi dan Perkuat Kemampuan

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Elnusa Tbk terus melakukan inovasi dan mengasah kemampuan dalam beradaptasi untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Di usianya yang ke-55 tahun saat ini, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina ini tetap komitmen untuk memberikan solusi total di bidang jasa energi yang terintegrasi.

Direktur Utama Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja, menyampaikan bahwa Elnusa selalu mengedepankan inovasi serta mengutamakan solusi total untuk kliennya, terutama Pertamina Group. Malahan, dalam beberapa tahun terakhir, Perwira Elnusa rajin membuat terbosan dan inovasi dengan peralatan dan teknologi terkini.

“Hingga kini, cukup banyak inovasi yang dihasilkan oleh para Perwira Elnusa. Salah satunya, Hydraulic Workover Unit (HWU) Drilling Service, yaitu kombinasi rig untuk kebutuhan work over service (kerja ulang) sumur dengan pemboran eksplorasi,” ungkap Bachtiar dalam pertemuannya dengan sejumlah media massa di kantornya, Jum’at (12/7).

Dia menjelaskan modifikasi rig untuk kerja ulang ini mampu menggantikan peran jack up rig dalam kegiatan pengeboran sumur baru. Padahal sebelumnya, rig HWU biasa digunakan untuk menggarap kerja ulang sumur tua sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya kembali.

Inovasi ini kian mendorong efisiensi dan efektif kala digabungkan dengan penggunaan cemen slurry merah putih, yang menghasilkan bonding cement yang bagus, serta penggunaan sand consolidation produksi dalam negeri.

“Kami berharap bahwa inovasi pengeboran ini dapat lebih mendorong upaya peningkatan produksi migas di Pertamina dan Indonesia,” ujar Bachtiar.

HWU Drilling EHR-12 yang dioperasikan Elnusa di blok Mahakam, Kalimantan Timur.

Menurutnya, keberhasilan ini juga merupakan buah karya sinergi Anak Perusahaan Pertamina, yakni Pertamina Hulu Mahakam dan Elnusa yang konsisten semangat mengembangkan inovasi dan memberikan kontribusi terbaiknya dalam menjaga produksi migas nasional.

Lebih lanjut, Bachtiar menyampaikan bahwa Elnusa telah berhasil menumbuhkan dan menyehatkan kembali bisnis jasa hulu sejak periode jatuhnya harga minyak akibat shale oil, kurang dari satu dekade lalu. Malahan, di tahun 2023 lalu, Elnusa mencetak pendapatan dan laba tertinggi sepanjang sejarahnya.

“Elnusa juga berhasil mencetak pendapatan dan laba tertinggi sepanjang sejarah Elnusa di 2023, dan kami akan terus upayakan kembali mencetak sejarah kedepannya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Manager Corporate Planning Elnusa, Andreas A. Sebastian, memaparkan pendapatan perusahaan selama tahun 2023 mencapai Rp 12,56 triliun. Capaian ini naik 2 persen dibandingkan pendapatan usaha tahun 2022 yang sebesar Rp 12,3 triliun.

Pendapatan usaha tersebut sebagian besar atau 53 persen dihasilkan dari segmen jasa distribusi dan logistik energi, kemudian segmen jasa hulu migas terintegrasi 34 persen dan jasa penunjang migas sebesar 13 persen.

Dengan rekor pendapatan tersebut, ujar Rifqi, Elnusa mencatat perolehan laba Rp 503 miliar pada tahun 2023. Capaian ini naik 33 persen dari tahun 2022 yang sebesar Rp378 miliar. Sedangkan perolehan laba selama kuartal I-2024 sebesar Rp 183 miliar.

Aspek ESG

Tidak hanya untuk menopang kegiatan operasional, Perwira Elnusa juga melahirkan inovasi lain guna mendukung perusahaan menuju bisnis berkelanjutan, yang tentunya dengan memperhatikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Apalagi, aspek ESG ini merupakan hal vital bagi Elnusa dan sudah berlangsung secara terus menerus.

“Secara perusahaan kami telah melakukan beberapa kegiatan namun belum dalam payung ESG. Misalnya program CSR, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas SDM dan sebagainya,” ujar Vice President of Health Safety Security and Environment (HSSE) Elnusa, Ramon Arias Pili.

Menurut Ramon, salah satu program yang telah dilaksanakan terkait dengan lingkungan adalah Program Pemanfaatan Limbah Botol Plastik. Realisasi program ini bekerjasama dengan PlasticPay.

Dalam pengelolaan sampah botol plastik di area Gedung Graha Elnusa, sebanyak 16.192 botol plastik terkumpul dengan berat mencapai 302,79 kilogram. Kegiatan ini, yang berlangsung sejak Agustus 2023 dengan melibatkan 157 masyarakat, mampu mengurangi jejak karbon sebesar 1.603.008 gram.

Sementara berdasarkan data selama tiga bulan terakhir (April–Juni 2024), Elnusa berhasil mereduksi jejak karbon sebesar 80.487 gram, dari 813 botol plastik yang terkumpul dengan berat 15,2 kg.

“Ini mungkin paling simple, tapi isu plastik tidak ada habis-habisnya. Dulu kita masih ingat, berapa banyak sampah, penuh dengan sampah plastik,” ujar Ramon.

Inisiatif program ESG lainnya adalah optimalisasi penyaluran BBK Avtur ke pesawat/helikopter menggunakan ASPAV yang ditenagai baterai dengan sumber pengisian energi memanfaatkan sinar matahari di DPPU Lampung, eco-green accommodation work barge ELSA-8, serta pemasangan atap transparan warehouse BSD dan pembuatan skylight warehose Merak (EFK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *