Jakarta, Petrominer — PT PLN (Persero) mentargetkan pembangunan SKTT (Saluran Kabel Tegangan Tinggi) 150 kV Marunda-Kalibaru selesai akhir tahun 2017. Infrastruktur ini dibangun untuk mendukung kegiatan PT Pelindo II (Persero) yang sedang melakukan ekspansi Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Kalibaru.
Infrastruktur ketenagalistrikan di bawah tanah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan PLN kepada seluruh pelanggan. Pasalnya, SKTT 150 kV Marunda-Kalibaru ini juga berfungsi sebagai salah satu program peningkatan keandalan sub sistem Priok-Bekasi. Seperti diketahui, Gardu Induk (GI) 150 kV Marunda sekarang mendapatkan pasokan beban dari GI 150 kV Bekasi, sementara GI 150 kV Pelindo dari GI 150 kV Priok.
Dengan beroperasinya SKTT 150 kV Marunda-Kalibaru, GI 150 kV Pelindo dan GI 150 kV Kalibaru diharapkan dapat dimanuver untuk mendapatkan pasokan dari GI lain seandainya GI yang memasok sebelumnya mengalami pemadaman.
Pembangunan SKTT 150 kV Marunda-Kalibaru ini merupakan bagian dari program 35.000 MW yang disalurkan melalui jaringan transmisi 46.000 kms dan 109.000 MVA GI. Pembiayaan proyek SKTT 150 kV Marunda-Kalibaru ini seluruhnya dibiayai oleh anggaran PLN, yang merupakan wujud nyata dari peningkatan pelayanan energi listrik kepada masyarakat dan dunia industri.
Sebagai langkah awal atas pembangunan jaringan transmisi itu, diselenggarakan acara doa bersama dan First Boring Pembangunan SKTT 150 kV Marunda-Kalibaru di GI Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (22/3). Dalam acara ini, hadir Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat Murtaqi Syamsudin serta jajaran direksi dari Pelindo II.
Murtaqi Syamsuddin menyampaikan, jalur SKTT 150 kV Priok Barat-Pelindo sirkit 1 telah beroperasi sejak Desember 2015 dan untuk sirkit 2 dalam tahap pelaksanaan. Sedangkan untuk SKTT Marunda-Kalibaru baru dimulai dengan diawali pelaksanaan first boring (pengeboran pertama) dengan perkiraan waktu konstruksi 8-10 bulan.
Pekerjaan SKTT ini memiliki spesifikasi kabel 150 kV XLPE Cu 1×1200 mm2 (2 sirkit, 3×1 single core cable) dengan jalur route memiliki panjang 6.216 m dan joint pit sebanyak 11 JP.
Pekerjaan SKTT 150 kV Marunda-Kalibaru ini telah memaksimalkan komponen dan produksi material dari dalam negeri, dimana kabelnya diproduksi oleh PT Kabel Metal Indonesia Wire & Cable Tbk yang terdiri dari kabel 150 kV XLPE Cu 1×1200 mm2 yang kandungan TKDN-nya sebesar 84,02%, sedangkan untuk jasa instalasi menggunakan tenaga lokal 100%. Sehingga, total komponen lokal yang digunakan untuk pekerjaan ini sebesar 87,21% dari total biaya pekerjaan.
Pekerjaan pembangunan SKTT 150 kV Marunda-Kalibaru ini dilaksanakan oleh PT Karya Mitra Nugraha di bawah kendali PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat dan pengawasan pekerjaan oleh PLN Unit Pelaksana Proyek Jaringan Jawa Bagian Barat 2. Total biaya konstruksi yang dibutuhkan mencapai Rp 239 milyar.










Tinggalkan Balasan