, ,

Kinerja RMKE Mentereng Berkat Kenaikan Volume dan Optimalisasi Biaya

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT RMK Energy Tbk (RMKE) membukukan pendapatan usaha Rp 761,9 miliar pada kuartal I tahun 2023, atau meningkat secara signifikan 84,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini mendorong perolehan laba bersih usaha sebesar Rp 129,1 miliar, atau meningkat sebesar 234,2 persen.

Direktur Keuangan RMKE, Vincent Saputra, menyampaikan bahwa di tengah tantangan normalisasi harga dan cuaca yang kurang baik, pihaknya bersyukur masih dapat membukukan kinerja keuangan yang sangat baik pada kuartal pertama tahun ini. Secara rata-rata, RMKE telah mencapai ±25 persen target keuangan tahun 2023.

“Kedepannya manajemen Perseroan semakin optimis untuk dapat mempertahankan kinerja keuangan yang berkelanjutan dengan volume permintaan batubara yang masih terus meningkat untuk mendukung pemulihan ekonomi serta optimalisasi biaya operasional untuk memitigasi dampak negatif normalisasi harga saat ini,” ujar Vincent dalam jumpa pers yang digelar secara daring, Rabu (25/3).

Dari segmen penjualan batubara, RMKE mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 545,7 miliar atau meningkat 76,1 persen. Kenaikan ini didukung oleh kenaikan volume penjualan batubara yang sebesar 146,2 persen menjadi 792K MT batubara. Pertumbuhan volume penjualan batubara ini ditopang oleh pertumbuhan produksi in-house, PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE) yang memproduksi 303,6K MT batubara, meningkat 110,3 persen sejak beroperasi pada Februari tahun 2022 lalu.

Pendapatan segmen ini memberikan kontribusi 71,6 persen ke total pendapatan RMKE. Laba kotor yang berasal dari segmen ini sebesar Rp 92,6 miliar atau meningkat 248,8 persen dan berkontribusi sebesar 50 persen total laba kotor. Adapun margin laba kotor dari segmen batubara ini adalah 17,0 persen.

Sementara dari segmen jasa batubara, RMKE mencatatkan pendapatan usaha Rp 216,2 miliar atau meningkat 108,5 persen. Kenaikan ini didukung oleh kenaikan volume jasa bongkar kereta dan muat tongkang batubara yang masing-masing naik 28,5 persen dan 55,6 persen.

Pendapatan segmen ini memberikan kontribusi sebesar 28,4 persen ke total pendapatan RMKE. Laba kotor yang berasal dari segmen ini sebesar Rp 92,7 miliar atau meningkat 125,4 persen dan berkontribusi sebesar 50 persen total laba kotor. Adapun margin laba kotor dari segmen batubara ini adalah 42,9 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional RMKE, William Saputra, mengatakan bahwa kenaikan kinerja keuangan tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan batubara di tengah normalisasi harga saat ini. Selama tiga bulan pertama 2023, rata-rata harga penjualan batubara terkoreksi 20,8 persen, namun RMKE optimis kinerja tahun ini akan tumbuh dengan sangat baik karena volume permintaan batubara yang masih terus meningkat untuk mendukung pemulihan ekonomi.

“Kinerja operasional Perseroan pada kuartal tahun ini masih tumbuh dengan baik di tengah tantangan normalisasi harga dan cuaca yang kurang mendukung. Namun Perseroan berupaya menebalkan marjin dengan mengimplementasikan strategi operasional yang dapat menekan biaya operasional, sehingga normalisasi harga batubara masih dapat diakomodir oleh peningkatan volume dan optimalisasi biaya,” ungkap William.

Dia menjelaskan, pada kuartal pertama tahun ini, RMKE berhasil mempercepat ketepatan waktu bongkar kereta yang lebih cepat 30 menit menjadi 03:22 jam per kereta. Ini berdampak pada membaiknya man-hour ratio to loading barge yang lebih cepat 3:01 jam. Sementara dari aspek penggunaan bahan bakar, RMKE berhasil menekan fuel ratio menjadi 0,85 liter per MT atau lebih efisien 0,16 liter per MT dibandingkan tahun lalu yang sebesar 1,02 liter per MT.

“Perbaikan kinerja operasional ini dapat membantu Perseroan untuk meningkatkan marjin laba di tengah normalisasi harga saat ini,” ujar William.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *