Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) melalui subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) memastikan pasokan energi primer untuk seluruh pembangkit jelang libur Idul Fitri 1444 Hijriah dalam kondisi aman. Terpenuhinya stok batubara, gas dan bahan bakar minyak (BBM) di setiap pembangkit membuat PLN yakin pasokan listrik untuk masyarakat aman.
Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, memastikan kesiapan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik milik PLN Group dalam kondisi yang aman dan terkendali.
“Saat ini, Hari Operasi (HOP) batubara berada dalam posisi yang sangat baik, rata-rata berada di 25-26 HOP, untuk BBM 10 HOP, serta pasokan gas dan LNG terpenuhi sesuai dengan jadwal pengiriman,” ujar Iwan, Kamis (6/4).
Dia merinci, sejak April 2023 kondisi stok batubara secara umum dalam kondisi sangat aman. Stok rata-rata batubara PLTU PLN di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) sebesar 25,0 HOP, tanpa ada PLTU dengan kondisi emergency.
Sedangkan, stok rata-rata batubara PLTU PLN di Sumatera-Kalimantan (Sumkal) sebesar 26,6 HOP. Untuk wilayah, Sulawesi-Maluku-Papua-Nusa Tenggara (Sulmapana) sebesar 30,2 HOP.
“Kami akan terus siaga dalam memastikan pasokan energi primer yang andal bagi pembangkit milik PLN Group,” ungkap Iwan.
Dia juga menyatakan, PLN EPI terus melakukan koordinasi dengan subholding PLN Nusantara Power dan PLN Indonesia Power agar operasional pembangkit yang berhubungan dengan energi primer di seluruh Indonesia tidak terganggu dalam mendukung masyarakat merayakan Idul Fitri 1444 H.
Sebagai bentuk dukungan dalam mengurangi emisi karbon dan menuju NZE 2060, PLN EPI terus melakukan pengembangan ekosistem rantai pasok biomassa yang sangat berlimpah di Indonesia.
“Biomassa merupakan salah satu EBT yang dapat mengurangi emisi sehingga diharapkan PLN EPI dapat memenuhi kebutuhan PLTU PLN sebanyak 10,2 juta ton tahun 2025 dengan menggunakan pasokan biomassa dengan harga yang lebih murah dan ekonomis,” kata Iwan.
Pengembangan ekosistem biomassa yang dilakukan PLN EPI tidak hanya melibatkan perusahaan saja, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah dan juga masyarakat sehingga bisa memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat dan juga daerah.
“Dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan pengembangan biomassa ini, diharapkan bisa membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat serta memberikan pendapatan bagi pemerintah daerah setempat,” ujarnya.









Tinggalkan Balasan