, ,

Percepat Ekspansi, SCG Perkuat Produk Ramah Lingkungan

Posted by

Jakarta, Petrominer – SCG mempercepat ekspansi bisnis baru dan memprioritaskan produk ramah lingkungan untuk memenuhi tuntutan megatrend guna meraih peluang selama pemulihan ekonomi. Langkah ini diambil dalam menyikapi hasil operasi tahun finansial 2022 yang menunjukkan peningkatan pendapatan dari penjualan serta penurunan profitabilitas akibat kenaikan biaya energi, inflasi, perlambatan ekonomi China, dan penurunan industri petrokimia.

Presiden dan CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash, menyampaikan bahwa pendapatan dari penjualan SCG tahun 2022 sebesar Rp 240,95 triliun (US$ 16,24 miliar), naik 7 persen. Kenaikan ini terjadi berkat bisnis kemasan dan semen-bahan bangunan.

“Sedangkan laba tahun berjalan sebesar Rp 9,02 triliun (US$ 610 juta), turun 55 persen karena perlambatan ekonomi, industri petrokimia, dan kenaikan biaya energi pada kuartal IV/2022. Sementara, laba periode berjalan mencapai Rp 67 miliar (US$ 4 juta),” ujar Roongrote dalam Siaran Pers yang diterima PETROMINER, Senin (30/1).

Pada kuartal IV/2022, pendapatan dari penjualan mencapai Rp 52,20 triliun  (US$ 3,36 juta), turun 14 persen karena penurunan harga dan volume penjualan produk kimia akibat permintaan pasar menurun. Sementara laba untuk periode ini mencapai Rp 67 miliar (US$ 4 Juta), turun 94 persen karena sebaran bahan kimia yang lebih rendah serta biaya batu bara dan listrik yang lebih tinggi.

Bisnis utama SCG terdiri dari SCG Semen–Bahan Bangunan, SCG Bahan kimia, dan SCG Kemasan.

Pendapatan SCG dari operasi di luar Thailand, termasuk penjualan ekspor dari Thailand, tercatat sebesar Rp 108,73 triliun (US$ 7,36 juta) di tahun 2022. Kinerja ini 45 persen dari total pendapatan dari penjualan, mirip dengan periode yang sama tahun lalu.

Untuk operasi SCG di ASEAN (ex-Thailand), pendapatan dari penjualan pada kuartal IV/2022 turun 15 persen, menjadi Rp 10,12 triliun (US$ 651 juta). Angka ini 19 persen dari total pendapatan dari penjualan SCG. Ini termasuk penjualan dari operasi lokal di setiap pasar ASEAN dan impor dari operasi Thailand.

Per 31 Desember 2022, total aset SCG sebesar Rp 409,38 triliun (US$ 26,24 miliar). Sedangkan total aset SCG di ASEAN (ex-Thailand) adalah Rp183,53 triliun (US$ 11,76 miliar), 45 persen dari total aset konsolidasi SCG.

Khusus SCG di Indonesia, Perusahaan melaporkan pendapatan dari penjualan selama kuartal IV/2022 sebesar Rp 4,45 triliun (US$ 286 Juta). Angka ini turun 28 persen,  terutama karena penurunan dari bisnis kimia dan kemasan.

“Di sisi lain, SCG telah memantau situasi ini dengan cermat dan cepat menyesuaikan diri untuk menekan dampak terhadap perusahaan secara keseluruhan dengan cara menjaga stabilitas keuangan, efisiensi biaya dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan dan teknologi digital dalam produksi, serta menyusun strategi keputusan investasi dengan hati-hati,” jelas Roongrote.

Tantangan ini, menurutnya, juga menghasilkan peluang bisnis baru seperti produk hijau, energi terbarukan, green polymer, energy-saving solutions, dan kemasan berkelanjutan. Pada tahun 2022, penjualan SCG Green Choice naik 34 persen atau 51 persen dari total penjualan, melebihi target pertumbuhan. Seluruh unit bisnis SCG siap memperkuat bisnisnya.

Ramah Lingkungan

Bisnis energi terbarukan SCG meningkat sebesar 78 persen, dengan penjualan green polymer melebihi 140.000 ton dan berkembang 5 kali lipat. Ini menunjukan bahwa  energy-saving solutions diterima secara positif oleh pasar dengan pertumbuhan 40 persen, dan mendorong inovasi untuk pengemasan yang berkelanjutan.

CEO dan Presiden SCG Chemicals (SCGC), Tanawong Areeratchakul, menyatakan bahwa SCGC terus mengembangkan ‘SCGC GREEN POLYMERTM, yang telah diterima dengan baik oleh pasar global. Terbukti, penjualan produk ini meningkat 5 kali lipat sebesar 140.000 ton selama setahun terakhir.

Sementara Presiden SCG Cement-Building Materials Business, Nithi Patarachoke, mengatakan SCG mempercepat bisnis smart living-nya, terutama energy-saving solutions, yang banyak diminati di pasar mengingat kenaikan biaya listrik. Lebih dari 40 persen pertumbuhan terjadi sepanjang tahun 2022.

“Salah satu contoh produknya adalah SCG Built-in Solar Tile, sebuah panel surya yang inovatif untuk hunian modern yang dapat menurunkan biaya listrik hingga 60 persen,” ungkap Nithi.

Chief Executive Officer SCG Packaging Public Company Limited (SCGP), Wichan Jitpukdee, mengatakan pihaknya telah menyusun strategi pengembangan inovasi, menambahkan solusi pengemasan, dan menetapkan anggaran investasi serta pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sebesar 800 MB untuk tahun 2023. Ini dilakukan dengan mengembangkan inovasi “serat Nanoselulosa”, yaitu limbah pertanian yang digunakan sebagai bahan baku dalam produksi kertas kemasan dan kemasan jasa makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *