, ,

GE Tawarkan Teknologi Pendukung Program 35.000 MW

Posted by

Jakarta, Petrominer — General Electric Indonesia (GE) menyatakan siap berkontribusi dalam program kelistrikan yang sedang berjalan di Indonesia. Salah satunya adalah bekerja sama dengan beberapa pihak terkait pembangunan proyek pembangkit listrik dalam program kelistrikan 35.000 megawatt (MW).

Perusahaan yang kini sudah bertransformasi menjadi perusahaan industrial digital ini menilai sama semacam itu bisa meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Indonesia, di samping tentunya juga melebarkan bisnis GE di Indonesia. Pasalnya, selain terkait dengan perizinan, kelistrikan menjadi faktor utama para investor dalam menilai wilayah mana yang cocok untuk dijadikan tempat berinvestasi.

Sejauh ini, GE dilaporkan sudah berkontribusi dalam pembangunan kelistrikan di Indonesia. Adapun kontribusi yang dilakukan sudah sebanyak 30 persen dari 11.000 mw, yang merupakan bagian dari mega proyek tersebut.

“Kami berkomitmen mendukung pemerintah dan masyarakat Indonesia. Saat ini, 30 persen kapasitas pembangkit listrik yang ada menggunakan teknologi GE,” kata CEO GE Indonesia, Handry Satriago, Kamis (12/5).

Handry menegaskan, pihaknya melihat peluang investasi di Indonesia cukup besar. Bahkan, Indonesia diibaratkannya sebagai persimpangan dalam transformasi menjadi negara yang akan menguasai perekonomian global.

“Tingkat pertumbuhan tidak hanya perlu diremajakan namun juga harus dipercepat. Sementara strategi infrastruktur siap mendukung pencapaian ini, namun perlu ketersediaan pembangkit listrik,” paparnya.

Mengacu kepada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN 2015–2024, konsumsi listrik Indonesia diprediksi akan meningkat rata-rata 8,7 persen per tahun dengan jumlah pelanggan diprediksi akan meningkat dari 60,3 juta pada 2015 menjadi 78,4 juta pada 2022.

Tingkat pertumbuhan inilah yang menjadi basis program pemerintah terkait penambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 megawatt. Program itu diharapkan bisa terlaksana dengan baik karena erat kaitannya dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi di masa mendatang.

Menurut Handry, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, tidaklah cukup hanya dengan menyediakan daya listrik lebih banyak. “Indonesia juga perlu menyediakan tenaga listrik dari pembangkit yang menggunakan beragam bahan bakar, dapat dibangun dengan cepat, berbiaya terjangkau, efisien dan andal.”

Dengan pengalaman yang mendalam di bidang pembangkit listrik serta inovasi, dia meyakini GE mampu menyediakan teknologi yang paling komprehensif di sektor energi. Pasalnya, terdapat lebih dari 13.500 turbin gas dan turbin uap di seluruh dunia yang sedang beroperasi dengan kapasitas lebih dari 1.500 GW, menyediakan listrik bagi industri, perdagangan dan penduduk di lebih dari 120 negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *