Bunyu, Kalimantan Utara – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berkomitmen untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas). Mengawali tahun 2023 ini, bagian Subholding Upstream Pertamina Regional 3 yang dinakhodai oleh Pertamina Hulu Indonesia (PHI) telah memulai proses tajak pengeboran sumur B-2118 dan B-2221 di Desa Bunyu Selatan, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Menurut Senior Manager Bunyu Field, Andri Sehang, tajak kedua sumur ini merupakan salah satu program perusahaan dalam mendukung Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dan mencapai target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada tahun 2030. Kegiatan tajak kedua sumur tersebut dimulai sejak Selasa (10/1) lalu.
“Dimulainya kegiatan tajak sumur ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi PEP Bunyu Field sekitar 250 BOPD (Barrel Oil Per Day). Saat ini produksi minyak kami sebesar 3.354 BOPD,” ujar Andri, Senin (16/1).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Perusahaan akan terus melakukan kegiatan pengeboran sumur baru sebagai langkah strategis menjaga tingkat produksi migas.
Dalam kesempatan itu, Andri juga menyampaikan bahwa keberhasilan perusahaan dalam menjalankan operasi migas yang selamat, handal, patuh, dan ramah lingkungan hanya dapat diwujudkan dengan dukungan dan bantuan dari seluruh pemangku kepentingan. Untuk itulah, bersamaan dengan kegiatan tajak sumur, PEP Bunyu Field mengadakan kegiatan doa bersama dan syukuran dengan memberikan bantuan berupa 2 ekor sapi.
“Daging hasil pemotongan sapi dibagikan kepada 50 orang kelompok dhuafa dan 50 orang anak yatim piatu,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, PEP Bunyu Field juga menyalurkan bantuan kepada lembaga Fardhu Kifayah Kecamatan Bunyu, Kelompok pembelajaran sekolah minggu mlalui BAMAG (Badan Musyawarah Antar Gereja) Bunyu, Kelompok cabang olahraga sepak bola Persibun dan cabang olahraga bulutangkis PBSI Bunyu, serta Pembangunan masjid Al-Muhajirin di Desa Bunyu Selatan.









Tinggalkan Balasan