Batangtoru, Petrominer – PT Agincourt Resources (PTAR) menginisiasi program sertifikasi peningkatan kompetensi bagi 30 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Tapanuli Selatan. Program pendampingan intensif ini digelar dengan menggandeng Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi dan menjadi yang pertama kali digelar di Sumatra Utara.
Senior Manager Community, Christine Pepah, mengatakan peningkatan kapasitas puluhan PPL dari 15 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) ini diperlukan untuk mencetak pelaku pertanian yang berdaya saing tinggi. Upaya ini juga berperan dalam memperkuat sektor pertanian di Tapanuli Selatan.
“Program Sertifikasi ini merupakan kontribusi kami dalam menyiapkan petani terutama petani muda di Tapanuli Selatan, khususnya di dua kecamatan di area operasi tambang, untuk siap dan tangguh merespons berbagai problem pertanian seperti harga pangan dan harga sarana produksi pertanian (saprotan) yang cenderung naik,” tutur Christine, Jum’at (4/11).
BPP merupakan ujung tombak dalam melakukan pendampingan teknis dan non-teknis kepada petani/kelompok tani untuk menciptakan pertanian yang sukses dan berkelanjutan. Adapun, PPL memainkan peran penting untuk terjun secara langsung di lapangan bersama dengan petani/kelompok tani.
Gelaran peningkatan kemampuan BPP dan peningkatan kapasitas PPL ini berkontribusi pada peningkatan kelas dan jumlah BPP yang tersertifikasi ke kelas madya. Kegiatan pelatihan ini juga akan melahirkan 30 penyuluh yang memiliki kualitas dan kompetensi dalam mengembangkan petani dan pertanian di Tapanuli Selatan.
Dari sisi sumber daya manusia petani, saat ini mayoritas kelompok tani dampingan pengelola Tambang Emas Martabe ini berada di Batangtoru dan Muara Batangtoru, dan mereka masih berada di kualifikasi Pemula dan Lanjut.
Dalam menggelar kegiatan ini, PTAR melibatkan Balai Pelatihan Pertanian Jambi yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian.
Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Zahron Helmy, mengapresiasi langkah PTAR dalam menghelat acara peningkatan kapasitas BPP dan PPL yang dampaknya panjang bagi sektor pertanian di Tapanuli Selatan. Terutama dalam memunculkan petani-petani yang mumpuni dari sisi produksi dan kualitas hasil. PTAR bahkan menyokong pelatihan dan pendampingan PPL hingga ke lapangan secara intensif, yang merupakan kali pertama di Sumatra Utara.
“PTAR sudah berpikir ke depan bahwa pertanian di Tapanuli Selatan bisa menjadi salah satu sektor unggulan dalam mempertahankan kedaulatan rakyat. Kami diajak untuk berperan serta memberikan pelatihan. Harapannya, dari tanah Tapanuli Selatan lahir petani milenial, petani dengan produksi yang bisa dijual ke pulau atau provinsi lain, atau petani yang bisa mengekspor hasil pertaniannya,” kata Zahron.









Tinggalkan Balasan