,

Upaya Rehabilitasi Hutan Mangrove di Halmahera Selatan

Posted by

Labuha, Petrominer – Keberadaan hutan mangrove di kawasan pesisir sangatlah penting. Selain sebagai pelindung pantai, hutan ini menjadi rumah bagi sebagian besar biota laut. Peningkatan luas hutan mangrove akan diikuti dengan peningkatan produksi ikan, baik ikan budidaya maupun nonbudidaya.

Hal inilah yang melatarbelakangi kolaborasi Harita Nickel bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun (FPIK Unkhair) Ternate, Maluku Utara dalam mendukung upaya pelestarian dan rehabilitasi hutan mangrove di sejumlah lokasi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan rehabilitasi hutan mangrove di Desa Awanggo, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Rabu (10/8).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada, Donald J. Hermanus, Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba, Dekan FPIK Unkhair, M. Janib Achmad, serta sejumlah pejabat anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Halmahera Selatan.

Donald mengatakan, Harita Nickel memandang rehabilitasi hutan mangrove sangat penting untuk dilakukan, mengingat mangrove mampu menyerap CO2 dan berkontribusi besar dalam peningkatan biodiversitas biota laut. Kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap lingkungan ini pula yang menggerakkan Harita Nickel untuk bekerjasama dengan FPIK Unkhair Ternate.

“Sejak tahun lalu bersama Unkhair, kami telah menanam lebih dari 8 ribu bibit mangrove di lahan seluas 6,5 hektare, di Desa Soligi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan. Tahun ini kami kembali menunjukkan komitmen dalam menjaga ekosistem pesisir dengan melakukan rehabilitasi hutan mangrove di beberapa lokasi,” ungkapnya.

Tahun ini, menurut Donald, kegiatan rehabilitasi hutan mangrove dilakukan di empat desa, yaitu Desa Guruapin di Kecamatan Kayoa, Desa Belang-Belang dan Desa Awanggo di Kecamatan Bacan dan Desa Soligi di Pulau Obi. Total bibit mangrove yang ditanam tahun ini lebih dari 39 ribu bibit.

“Sehingga dalam dua tahun ini Harita Nickel dan Unkhair menargetkan untuk merehabilitasi hutan mangrove di Halmahera Selatan dengan menanam lebih dari 47 ribu bibit di lahan seluas 20 hektare,” paparnya.

Restorasi hutan mangrove di kawasan pesisir pantai desa-desa di Halmahera Selatan menjadi salah satu program rutin yang dilakukan oleh Harita Nickel bekerja sama dengan Unkhair Ternate. Kegiatan ini secara aktif melibatkan para kepala desa dan warga yang tinggal di sekitar area pesisir pantai untuk membangun ekosistem mangrove yang baik.

Harita Nickel dan Unkhair juga turut membentuk Kelompok Peduli Mangrove di masing-masing desa yang akan memegang peranan dalam proses pemeliharaan, pengawasan dan pengelolaan hutan mangrove ke depannya. Penanaman bibit mangrove dilakukan di sekitar pesisir Desa Belang-Belang dan Desa Awanggo yang dianggap rentan terjadi pengikisan tanah. Kegiatan tersebut melibatkan puluhan warga desa yang turut menyukseskan acara rehabilitasi hutan mangrove ini.

Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada, Donald J. Hermanus, mewakili manajemen Harita Nickel menyerahkan secara simbolis bibit mangrove kepada Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik.

Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, mengapresiasi peran Harita Nickel dan FPIK Universitas Khairun (Unkhair) yang secara aktif melakukan sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terhadap pentingnya peran mangrove bagi lingkungan di pesisir pantai.

“Kami patut berterima kasih dan memberikan apresiasi yang besar kepada Harita karena telah membantu pemerintah secara nasional bukan hanya hanya pemrintah daerah, dalam hal sosialisasi rehabilitasi mangrove ini, karena mangrove ini sangat penting bagi kehidupan kita ke depan,” kata Usman.

Dia juga mengapresiasi inisiatif Harita yang melakukan rehabilitasi mangrove tidak hanya di wilayah operasionalnya di Pulau Obi saja, tapi juga di sejumlah lokasi di Halmahera Selatan. Harita Nickel dan mahasiswa Unkhair pun diharapkan dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah setempat untuk membantu meningkatkan kapasitas dan membangun kapabilitas masyarakat dalam memberdayakan hutan mangrove.

Sementara Dekan FPIK Unkhair, M Janib Achmad, menjelaskan bahwa rehabilitasi hutan mangrove berbasis masyarakat dan pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan salah satu solusi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

“Mangrove memiliki banyak manfaat bagi lingkungan di sekitar pesisir pantai. Satu helai daun mangrove bisa 5 hingga 7 kali menarik karbon biru dibandingkan daun biasa dan di sisi lain mangrove juga menjadi tempat berlindung dan berkembang biaknya biota-biota laut yang ada di sekitar pesisir pantai,” kata Janib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *