, ,

PLN Siapkan Pengamanan Berlapis Pasokan Batubara

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) memastikan tidak ada lagi krisis pasokan batu bara untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pasalnya, langkah pengamanan berlapis telah dilakukan PLN dengan dukungan pemerintah.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa salah satu strategi yang dilakukan PLN untuk mengamankan pasokan batubara adalah pembaruan kontrak. Kontrak yang semula bersifat jangka pendek diubah menjadi kontrak jangka panjang dan langsung ke pemilik tambang.

“Kami mengubah kontrak agar lebih memiliki kepastian pasokan. Kami juga mengubah kontrak yang tadinya fleksibel menjadi lebih tertib lagi baik dari sisi volume pasokan juga jadwal pengiriman. Lalu, yang tadinya pakai trader, kita kontrak langsung ke penambang,” ujar Darmawan pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (26/1).

Selain itu, dari sisi PLN juga memastikan proses pembayaran kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok batubara ini lebih cepat. Kecepatan pembayaran ini berlaku untuk pengadaan kapal, tongkang, bongkar muat, serta pembayaran yang langsung kepada penambang batubara.

“Untuk memperbaiki bisnis dan rantai pasok. Kami ubah mempercepat tagihan operasi dan transportasi,” ujarnya.

Ketiga, PLN juga mengintegrasikan sistem pengawasan digital yang dibentuk PLN dengan sistem di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM. Nantinya, Pemerintah dapat melihat kemajuan proses loading dari batubara. Dengan begitu, ketika terjadi gagal loading maka sistem langsung memberikan alert kepada pengusaha untuk bisa memenuhi kewajibannya.

“Jadi, bukan hanya kebijakan, tetapi juga ini langsung secara operasional secara day to day pengawasan ini dilakukan,” tegas Darmawan.

Berkaitan dengan evaluasi ini, dukungan Pemerintah datang melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2022 yang mengatur tentang evaluasi DMO dilakukan setiap bulan.

“Ada di diktum ke delapan. Itu disebut, penetapan realisasi DMO untuk dana kompensasi evaluasi setiap bulan,” jelasnya.

Bukti dari pengawasan dan perubahan tata kelola ini tercermin dari kondisi pasokan yang semakin baik. Secara khusus, PLN telah berkomunikasi dengan Ditjen Minerba untuk mengamankan pasokan batubara.

Darmawan menambahkan, langkah-langkah yang dilakukan antara lain dengan melanjutkan volume batubara yang sudah terkontrak. Selain itu, untuk kontrak yang dilanjutkan serta kontrak batubara reguler bulan Februari 2022 seluruhnya telah dijadwalkan untuk dikirimkan ke pembangkit. Langkah selanjutnya, yakni dengan memastikan kesiapan armada pengangkut batubara.

“Sehingga Insya Allah pasokan untuk bulan Februari juga akan aman,” tegas Darmawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *