, ,

Ini Tugas Dirut Baru PLN

Posted by

Jakarta, Petrominer – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyatakan siap melanjutkan transformasi di segala lini untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan sehingga dapat mendongkrak perekonomian nasional. Hal ini merupakan salah satu amanat Pemerintah kepada Darmawan saat dilantik sebagai nakhoda PLN, Senin pagi (6/12).

Saat dijumpai sejumlah media usai acara pelantikan, Darmawan menegaskan bahwa PLN akan memperkokoh fondasi yang sudah diletakkan oleh Dirut PLN sebelumnya, yaitu transformasi korporasi di segala lini. Sejak April 2020, PLN menjalankan program Transformasi sebagai langkah penting perusahaan, melalui empat pilar yakni Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused. Restrukturisasi korporasi juga akan terus dijalankan agar perusahaan semakin lincah dalam menghadapi tantangan.

“Tranformasi dilatar belakangi arahan Presiden Jokowi dan kebijakan Pemerintah dalam mengelola secara optimal cadangan daya, mempersiapkan transisi energi, menjadi penggerak pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Komisaris PLN pada tahun 2018-2019 ini.

Dalam transisi energi ini, tantangan sektor ketenagalistrikan akan menjadi semakin kompleks dan dituntut melakukannya tanpa membebani APBN dan masyarakat. Sehingga target Net Zero Emission pada tahun 2060 seperti yang dicanangkan pemerintah mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

Untuk menunjang target ini, menurut Darmawan, Pemerintah telah mengesahkan RUPTL 2021-2030 yang memperioritaskan penggunaan pembangkit berbasis EBT sebesar 51 persen.

“Ini tugas khusus, masa transisi ini harus berjalan dengan smooth. Investasi, inovasi, teknologi, dan kolaborasi akan kita galakkan. Tentunya sesuai dengan arahan Presiden, proses transisi juga jangan membebani APBN,” tegasnya.

Strategi Atasi Oversupply

Tak hanya melanjutkan transformasi dan transisi energi, Darmawan juga mendapat tugas mengatasi kelebihan pasokan listrik (oversupply). Untuk mengatasi hal ini, dia mengaku telah memiliki tiga strategi utama yang akan dijalankan PLN.

Strategi pertama adalah memasifkan kendaraan listrik dan meningkatkan electrifiying lifestyle. Dengan penggunaan kendaraan listrik, selain bisa meningkatkan konsumsi listrik nasional juga bisa meningkatkan efisiensi masyarakat dari sisi pengeluaran biaya energi.

Bayangkan saja dengan 1 kwh listrik seharga Rp 1.444,7 bisa menempuh 10 km. Jika dibandingkan BBM, untuk 1 liter bensin seharga Rp 9.000 dengan jarak tempu yang sama.

“Ini jauh lebih hemat bagi masyarakat. Juga di satu sisi, langkah ini juga akan berdampak pada neraca perdagangan kita dengan mengurangi beban impor minyak mentah,” ujar Darmawan.

Kedua, PLN semakin fokus menggiatkan program electriying agriculture dengan menyasar para petani dan petambak. Dengan program ini, PLN menggantikan alat operasional pertanian dan petambak ikan yang tadinya berbasis diesel menjadi berbasis listrik.

“Petani dan petambak jadi lebih hemat dan peralatan lebih tidak bising dan bisa meningkatkan produktivitas petani dan petambak,” paparnya.

Ketiga, PLN menyasar captive market. Selama ini, masih banyak industri yang menggunakan pembangkit listrik sendiri. PLN menawarkan untuk industri beralih ke listrik PLN agar lebih efisien dalam sisi operasional.

“Dengan menyerahkan pasokan listrik ke PLN, industri bisa lebih fokus dalam mengoptimalkan produksi dan utilitasnya,” kata Darmawan.

Tentunya, PLN harus bekerja sama dan kolaborasi dengan para stakeholder agar program ini dapat berjalan dengan lancar. Lebih dari itu, langkah tersebut akan dikoordinasikan dan diharmonisasikan dengan kebijakan Kementerian, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh industri dan masyarakat.

“Kami mohon dukungan, bimbingan, masukan, kerja sama, dan kolaborasi, sehingga kehadiran PLN makin memberikan manfaat dan kebaikan bagi negeri,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *