, ,

PLN Siap Suplai Listrik ke Pabrik Baterai EV di Karawang

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) siap menjamin kehandalan pasokan daya listrik kepada pabrik baterai kendaraan listrik (electrical vehicle/EV) pertama di Asia Tenggara. Pabrik yang dikelola oleh PT HKML Battery Indonesia ini rencananya akan dibangun di Karawang, Jawa Barat. Apalagi saat ini pasokan listrik di sistem Jawa Bali melimpah.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi, menjelaskan, cadangan kapasitas listrik di Jawa dan Bali saat ini sebesar 12 giga watt (GW). Cadangan daya tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis dan industri, salah satunya industri baterai.

“PLN optimistis dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk industri, khususnya industri baterai. Saat ini, PLN memiliki cadangan daya cukup besar, terutama pada sistem kelistrikan Jawa-Bali,” ujar Agung, Minggu (19/9).

Menurutnya, saat ini PLN aktif melakukan komunikasi dengan calon pelanggan terkait pasokan listrik. Lokasi pabrik HKML Battery berada di sekitar Kawasan Industri Karawang New Industry City (KNIC).

“PLN siap menyediakan pasokan daya listrik yang berkelanjutan, aman, dan andal sesuai dengan timeline dan kebutuhan investasi bagi Kawasan Industri KNIC pada umumnya dan HKML Battery Indonesia pada khususnya,” ujar Agung.

PLN siap memasok kebutuhan listrik di KNIC dan HKML Baterai Indonesia melalui dua tahap. Rencananya, tahap pertama sebesar 20,7 MegaVolt Ampere (MVA) dan 27,7 MVA. Sedangkan pada tahap kedua sebesar 110 MVA.

Untuk bisa memastikan pasokan listrik aman, PLN sedang mempersiapkan Gardu Induk Mekarsari berkapasitas 4×60 Mega Volt Ampere (MVA), Gardu Induk Transheksa 2×60 MVA dan Gardu Induk di dalam Kawasan Industri KNIC.

PLN juga memiliki berbagai jenis layanan yang memiliki tingkat keandalan sesuai kebutuhan pelanggan dengan harga bersaing, termasuk listrik premium dengan layanan listrik tanpa kedip.

Sampai dengan saat ini, PLN masih terus melakukan pembahasan terkait rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan KNIC.

“Intinya kami pastikan, PLN siap. Bagi industri yang ingin lebih efisien, pakai saja listrik PLN. Anda fokus bisnisnya, biar kami urus listriknya. Sudah banyak bukti industri yang tadinya mengoperasikan sumber listrik sendiri sekarang beralih ke PLN karena lebih andal dan efisien,” jelas Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *