Ende, Petrominer – Selain ikut menjaga lingkungan, pengolahan sampah menjadi pelet untuk campuran bahan bakar pembangkit listrik juga bisa menjadi ajang wisata. PT PLN (Persero) meluncurkan program eduwisata pengolahan sampah biomassa menjadi pelet di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jum’at (25/6).
Eduwisata pengolahan sampah ini tepatnya berada di Desa Keliwumbu, Kecamatan Morolole, Kabupaten Ende. Saat berkunjung, para wisatawan bisa melihat dan belajar langsung tentang proses pengolahan sampah biomassa menjadi pelet. Hingga pemanfaatannya untuk memasak dan campuran bahan bakar (cofiring) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Ropa.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengapreasiasi program eduwisata cofiring yang dilakukan PLN tersebut. Apalagi, lokasi wisatanya bersih, ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Pada intinya kami sangat support, karena pariwisata yang berkualitas di era pandemi mengutamakan pariwisata yang bersih, ramah dan berkelanjutan. Kita ingin pengalaman yang meninggalkan kenangan Indonesia sebagai negara yang sangat mengedepankan aspek kelestarian lingkungan,” ungkap Sandiaga.
Keunikan dari pengolahan sampah di Kabupaten Ende adalah wilayah ini merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang melaksanakan program pengolahan sampah secara lengkap. Tentu saja dalam pelaksanaan eduwisata ini, PLN menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Pelaksanaan eduwisata yang dilaksanakan empat hari ke depan dan hanya bisa dibatasi 15 peserta. Kami terbuka untuk daerah yang ingin mereplika konsep ini silakan berkunjung ke Ende dan belajar langsung,” ungkap General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Jatmiko, Sabtu (26/6).
Menurut Jarmiko, persiapan teknis pengolahan sampah menjadi pelet di Desa Keliwumbu sudah berlangsung setahun. Selama satu tahun pengolahan sampah, mampu mensinergikan semua komponen daerah Ende untuk mengolah sampah menjadi produk kreatif dan menjadi energi kerakyatan.
Selain melihat proses pengolahan sampah menjadi pelet di Desa Keliwumbu, pengunjung juga dapat mengunjungi PLTU Ropa, di mana mereka bisa melihat langsung pembuatan kompor oleh pelajar SMK Negeri Ende. Serta mengunjungi ACIL (Anak Cinta Lingkungan) yang mengolah sampah kantong-kantong plastik kresek untuk dibuat menjadi sofa, batako, dan paving block.
Tak hanya warga lokal, diharapkan para wisatawan dari wilayah lain, seperti Labuan Bajo, bisa berkunjung ke Ende. Tak hanya menikmati eduwisata pengolahan sampah, pengalaman lain wisatawan bisa mengunjungi situs bersejarah dan menikmati keindahan Desa Wisata.
Jatmiko memastikan PLN selalu berkomitmen dalam memberikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dalam berbagai bentuk.
“Semoga kehadiran PLN di sini selain mengedepankan energi terbarukan dalam penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, juga bisa meningkatkan ekonomi daerah dan warga setempat,” tuturnya.








Tinggalkan Balasan