, ,

Ini Lokasi Lapangan Migas untuk EOR

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang membuat peta jalan (roadmap) untuk penerapan teknik pengurasan minyak (Enhanced Oil Recovery/EOR) dalam pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas). Teknologi ini menjadi salah satu harapan Pemerintah untuk menggenjot produksi migas.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, memaparkan bahwa untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel ini, Pemerintah telah menyusun sejumlah strategi. Di antaranya adalah optimasi produksi pada lapangan eksisting, percepatan transformasi resources to production dengan mempercepat pengembangan lapangan baru dan lapangan yang tertunda, serta intensifikasi eksplorasi migas.

“Selain itu, peningkatan cadangan dan produksi migas nasional dilaksanakan dengan kegiatan eksplorasi termasuk pelaksanaan program Komitmen Kerja Pasti untuk menemukan prospek dan lead baru, serta penerapan EOR pada lapangan-lapangan yang berpotensi,” ujar Tutuka dalam acara Oil & Gas Stakeholders Gathering 2020 yang digelar BIMASENA, Rabu (9/12).

Menurutnya, implementasi EOR dan penerapan teknologi perlu dilakukan secara aktif dalam rangka meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional. Dia pun berkomitmen terjun langsung ke lapangan migas untuk menerapkan teknik pengurasan minyak tersebut.

Penerapan teknologi EOR menjadi cara untuk menggenjot kembali sumur-sumur tua yang produksinya berkurang. Selama ini penerapannya baru di satu sumur dan tak berlanjut. Karena itulah, Kementerian ESDM akan memilih lapangan yang kira-kira jadi proioritas.

“Kami telah memilih 34 kandidat lapangan untuk diterapkan EOR. Lokasinya sebagian besar berada di wilayah barat Indonesia,” ungkap Tutuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *