, ,

Peran Auditor dalam Mendukung Pencapaian 1 Juta Barel

Posted by

Jakarta, Petrominer – Langkah mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari di tahun 2030 membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai fungsi. Salah satunya adalah fungsi audit.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, menyatakan bahwa target 1 juta barel minyak per hari telah menjadi “musuh bersama”. Karena itulah, untuk merealisasikannya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Fungsi assurance (internal audit, risk management dan compliance) di SKK Migas dan KKKS akan memegang peranan yang sangat krusial.

“Tidak hanya fokus pada management compliance untuk tidak hanya menjadi safety net, namun harus berperan aktif menjadi jembatan demi tercapainya tujuan organisasi dengan memberikan perbaikan proses good governance,” kata Dwi dalam acara Forum Auditor Migas Indonesia (FAMI) Group Discussion, yang digelar secara daring, Senin (2/11).

Dia menegaskan, langkah menuju 1 juta barel minyak per hari membutuhkan lompatan kerja, sehingga akan ada resiko dan kendala karena yang dilakukan adalah business not as usual. Fungsi assurance diharapkan dapat menemukan proses bisnis yang efisien dan tidak menjadi penghambat.

“Forum FAMI ini menjadi penting untuk merumuskan role model penerapan audit di hulu migas KKKS kedepannya,” tegas Dwi.

Sementara Ketua FAMI, Medi Apriandi, menyatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah cara perusahaan menjalankan operasionalnya dan situasi ini memberikan tantangan baru bagi fungsi audit yaitu keterbatasan untuk melakukan audit secara tatap muka. Karena itulah, hal ini perlu diantiasipasi oleh para auditor sebagai salah satu pelaku utama penerapan good corporate governance (GCC) di industri hulu migas nasional.

“Metode dan implementasi audit yang mampu mengantisipasi dan menyesuaikan perkembangan zaman serta adaptif terhadap situasi bisnis adalah salah satu kunci keberhasilan penerapan good corporate governance di industri hulu migas nasional pada level yang maksimal,” ungkap Medi.

Tidak hanya itu, pandemi Covid-19 telah mengubah cara kerja auditor. Salah satu jalan keluarnya adalah para auditor harus menyesuaikan diri dan menyepakati role model pelaksanaan audit dengan adanya keterbatasan untuk melakukan audit secara fisik.

“Untuk mengawal visi bersama industri hulu migas, yaitu memproduksi 1 juta barel minyak per hari di tahun 2030, para auditor hulu migas dituntut untuk melakukan penyesuaian dalam cara kerja, sinergi, kolaborasi dan tingkat pengetahuan,” tegas Medi yang juga menjabat sebagai koordinator pengawas internal SKK Migas.

Sejak dilaksanakan pertama kali pada tahun 2012, FAMI Group Discussion senantiasa membahas hal-hal yang aktual untuk memberikan kontribusi meningkatkan perbaikan tata kelola industri hulu migas. Pada pertemuan tahun ini, tema yang dibahas adalah “The Role of Internal Audit to Safeguard 1 Million Barrel Oil Production Target”. Ini merupakan langkah antisipatif dan progresif bagi auditor hulu migas sejak dini, sehingga setiap tahun dapat dilakukan corrective action maupun preventif action untuk memastikan target tahunan dalam rangkaian target jangka panjang 1 juta barel di tahun 2030 dapat direalisasikan.

FAMI Group Discussion tahun ini akan semakin strategis karena menjadi rangkaian kegiatan pendahuluan dari kegiatan berskala internasional pertama yang digagas SKK Migas dan telah mendapatkan dukungan dari Kontraktor KKS yaitu 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas yang akan dilaksanakan di bulan Desember 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *