Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan produksi dan lifting (siap jual) minyak dan gas bumi nasional masih realistis di tengah pandemi Covid-19 dan tekanan harga minyak global. Ini terlihat dari realiasi produksi dan lifting selama kuartal I-2020.
Selama kuartal I-2020, lifting migas nasional mencapai 1,749 juta BOEPD (barrel oil ekuivalen per day). Capaiain ini sebesar 90,4 persen dari target lifting nasional sebesar 1.946 BOEPD (sesuai APBN) atau 101 persen dari target dalam Work, Program and Bubdget (WP&B) Tahun 2020 sebesar 1.728 BOEPD.
“Artinya, kita berhasil melakukan langkah-langkah kreatif untuk meningkatkan produksi,” jelas Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, saat memaparkan kinerja SKK Migas Kuartal I-2020 yang dilakukan secara daring (online), Kamis (16/4) lalu.

Menurut Dwi, keberhasilan menjaga lifting migas tersebut lantaran implementasi pelaksanaan digitalisasi melalui Integrated Operation Center (IOC) sejak 31 Desember 2019 lalu serta beroperasinya layanan One Door Service Policy (ODSP) per Januari 2020.
Selain fokus pada pencapaian target teknis yang telah ditetapkan pada WP&B, SKK Migas secara konsisten dan berkesinambungan melaksanakan berbagai program Filling The Gap (FTG). Dengan begitu, dapat dicapai penambahan produksi migas melalui penerapan inovasi dan operational excellence di hulu migas. Selain itu, SKK Migas juga membuat terobosan-terobosan agar efisiensi di hulu migas dapat semakin ditingkatkan.
Dalam kesempatan itu, Kepala SKK Migas mengapresiasi insan hulu migas yang terus bekerja keras memberikan kontribusi yang terbaik agar target di tahun 2020 dapat tercapai di tengah penurunan industri nasional sebagai akibat perlambatan ekonomi karena wabah Covid-19.
“Dapat dibayangkan jika operasional hulu migas dan proyek hulu migas berhenti, berapa dampak yang ditimbulkan di industri penunjang, ketenagakerjaan serta ekonomi daerah,” ungkapnya.
Berikut ini 15 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar penyumbang produksi minyak:
- Mobil Cepu Ltd
- PT Chevron Pacific Indonesia
- PT Pertamina EP
- Pertamina Hulu Mahakam
- Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd
- PT Pertamina Hulu Energi OSES
- Petrochina International Jabung Ltd
- Medco E&P Natuna Ltd.
- Petronas Carigali (Ketapang) Ltd
- PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur
- PT Pertamina Hulu Sanga Sanga
- BOB PT Bumi Siak Pusako – Pertamina Hulu
- PT Medco E&P Rimau
- JOB Pertamina – Medco Tomori Sulawesi
- Conocophillips (Grissik) Ltd.

Produksi Minyak & Kondensat (BOPD) 15 KKKS Besar, Per 31 Maret 2020 (SKK Migas)
Sementara ini, 15 KKKS besar penyumbang produksi gas:
- BP Berau Ltd.
- Conocophillips (Grissik) Ltd.
- PT Pertamina EP
- PHM
- Eni Muara Bakau B.V.
- JOB PTM – Medco Tomori Ltd.
- Premier Oil Indonesia
- Petrochina Intl Jabung Ltd
- Medco E&P Natuna Ltd.
- Kangean Energi Indonesia
- Pertamina Hulu Energi WMO
- Pertamina Hulu Energi JM
- Husky-Cnooc Madura Ltd.
- Mubadala Petroleum
- Pertamina Hulu Energi ONWJ

Produksi dan Salur Gas (MMSCFD) 15 KKKS Besar, Per 31 Maret 2020. (SKK Migas)









Tinggalkan Balasan