, ,

ExxonMobil Temukan Minyak di Sumur Mako-1, Offshore Guyana

Posted by

Texas, Petrominer – ExxonMobil mengumumkan penemuan minyak di sumur Mako-1, yang berlokasi sebelah tenggara lapangan Liza, blok Stabroek. Ini merupakan penemuan ke-15 di blok minyak dan gas bumi (migas) di offshore Guyana tersebut. Penemuan ini menambah estimasi sumber daya terpulihkan yang diumumkan sebelumnya menjadi lebih dari 6 miliar barel setara minyak.

Cadangan minyak di Mako-1 ditemukan sekitar 164 kaki (50 meter) dari reservoir batu pasir yang mengandung minyak berkualitas tinggi. Sumur Mako-1 telah dibor sedalam 5.315 kaki (1.620 meter), terletak sekitar enam mil (10 kilometer) tenggara dari lapangan Liza yang mulai memproduksi minyak pada 20 Desember 2019.

“Penemuan baru di lembah kelas dunia ini memiliki potensi untuk mendukung pengembangan lanjutan blok migas ini,” kata Senior Vice President Exploration and New Ventures ExxonMobil Corp., Mike Cousins, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Selasa (24/12).

Mike menjelaskan, teknologi inversi seismik gelombang penuh milik ExxonMobil terus membantu mendefinisikan sumber daya yang ditemukan dengan lebih baik dan bergerak cepat ke fase pengembangan.

Lihat juga: ExxonMobil Mulai Produksi Minyak di Offshore Guyana

Pengembangan Liza Phase 1 mencapai produksi minyak pertama pada 20 Desember 2019 dan akan menghasilkan hingga 120.000 barel minyak per hari, dengan menggunakan kapal Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Liza Destiny.

Sementara FPSO Liza Unity akan digunakan untuk tahap kedua pengembangan lapangan Liza dan akan memiliki kapasitas produksi 220.000 barel minyak per hari. Fasilitas ini sedang dalam tahap konstruksi dan diperkirakan akan mulai berproduksi pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

Sejalan dengan itu, juga sedang dilakukan Front-End Engineering Design (FEED) FPSO ketiga, yakni Prosperity, untuk mendukung pengembangan lapangan Payara yang sedang menunggu persertujuan Pemerintah. Pengembangan lapangan di utara lapangan Liza ini diharapkan sudah bisa produksi pada awal tahun 2023, dengan kapasitas sekitar 220.000 barel minyak per hari.

Kegiatan pengeboran di Guyana berlanjut dengan empat kapal pemboran untuk mengeksplorasi lebih lanjut dan menilai sumber daya baru serta mengembangkan sumber daya dalam proyek yang disetujui.

Blok Stabroek memiliki luas 6,6 juta hektar (26.800 km persegi). ExxonMobil, melalui anak usahanya Esso Exploration and Production Guyana Ltd., memiliki 45 persen saham dan sekaligus operator blok migas ini. Mitra lainnya adalah Hess Guyana Exploration Ltd. memegang 30 persen dan CNOOC Nexen Petroleum Guyana Ltd. 25 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *