Jakarta, Petrominer – Gelaran Indonesian Petroleum Association (IPA) dimulai pagi ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Konvensi dan Pameran IPA ke-43 Tahun 2019 (IPA Convex 2019) diselenggarakan bulan September karena disesuaikan waktunya dengan tahun pemilu yang baru saja selesai tahapannya.
Pertemuan para pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional kali ini digelar dengan mengusung tema “Driving Exploration and Optimizing Existing Production for Long Term Energy Security”. Event tahunan yang digelar di Jakarta Convention Center ini akan berlansung hingga 6 September 2019
Menurut Chairperson IPA Convex 2019, Hanny Denalda, IPA Convex 2019 memiliki sejumlah acara yang rutin dilaksanakan, Plenary Sessions, Technology Sessions, Technical Program (TPC), dan pameran yang melibatkan para pelaku di sektor migas baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, IPA Convex 2019 juga memiliki acara-acara baru seperti Breakfast Meeting bagi para calon investor migas yang akan masuk ke Indonesia, dan Jam Session untuk generasi muda.
Melalui Jam Session ini, menurut Hanny, akan dipaparkan mengenai perlunya generasi muda masuk ke dalam industri hulu migas. Pada sesi ini, akan diberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang bagaimana cara membuat curriculum vitae (CV) yang menarik terutama jika ingin berkarir di industri migas. IPA menyadari bahwa generasi muda perlu untuk bergabung ke dalam industri hulu migas demi memastikan keberlangsungan sektor ini dan adanya ketahanan energi di masa mendatang.
“Kami menargetkan generasi Milenial dapat memiliki presepsi yang positif dan tertarik pada industri migas nasional,” paparnya.
Sementara itu, Penjabat Presiden IPA, Bij Agarwal, menyatakan bahwa tema IPA Convex tahun ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi sektor hulu migas Indonesia yang ada sekarang, yaitu diperlukannya upaya mengurangi defisit neraca perdagangan karena impor migas yang disebabkan tingginya tingkat konsumsi energi dibandingkan produksi migas saat ini. Upaya tersebut, menurutnya, harus dibarengi dengan peningkatan kegiatan eksplorasi guna menemukan cadangan migas baru dan optimasi produksi yang sudah ada.
Bij mengungkapkan optimismenya terhadap perbaikan industri hulu migas Indonesia. Dia juga mengharapkan lebih baik lagi kerjasama antara semua pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Indonesia.
“Diharapkan, penyelenggaraan IPA Convex 2019 akan menjadi titik tolak munculnya berbagai aktivitas eksplorasi dan optimasi produksi migas demi peningkatan produksi nasional dan menimbulkan daya tarik bagi para investor untuk masuk menanamkan modalnya di Indonesia,” tegasnya.
Terkait fokus Pemerintah saat ini yang menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi SDM Indonesia Unggul, Bij mengungkapkan bahwa industri hulu migas merupakan sebuah industri dengan nilai investasi sangat besar (dari jutaan hingga miliaran Dolar AS) dimana sebagian besar pekerjanya merupakan putra-putri terbaik bangsa Indonesia yang memiliki standar dan kompetensi tinggi.









Tinggalkan Balasan