Jakarta, Petrominer — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan siap menyediakan data dan informasi awal potensi panasbumi untuk dikembangkan lebih lanjut oleh pengembang. Penyediaan data tersebut untuk mengurangi resiko kegagalan dan menekan biaya eksplorasi.
“Kami menyediakan data dan informasi awal melalui Survei Geologi, Geofisika dan Geokimia untuk mengurangi resiko kegagalan dan menekan biaya eksplorasi. Sehingga data tersebut lebih mudah untuk dikembangkan lebih lanjut oleh pengusaha,” ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, Rabu (15/2).
Ego menegaskan, pentingnya data potensi dan cadangan panas bumi yang akurat menjadi kunci untuk mengurangi ketidakpastian dari bisnis ini. Apalagi, Pemerintah juga memiliki andil besar untuk meminimalisir resiko kegagalan dalam pengembangan potensi panasbumi.
“Data-data tersebut menjadi bagian data terpadu yang dikembangkan secara terintegrasi dengan data subsektor ESDM lainnya, dan dihimpun dalam sistem satu data,” paparnya.
Sistem satu data yang diberi nama ESDM One Map Indonesia ini memuat berbagai informasi seperti Potensi Geologi (mineral, batubara, panasbumi, bitumen padat dan Coal Bed Methane/CBM); Wilayah Izin Usaha Pertambangan; Wilayah Kerja Migas; Wilayah Kerja Panasbumi; Data Hulu Migas (sumur, kilang, seismik 2D dan seismik 3D); Kawasan Hutan; dan Infrastruktur Ketenagalistrikan (pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi dan jaringan distribusi).
“Melalui penyajian data yang lengkap, akurat dan terintegrasi, maka investor akan semakin mudah, akurat dan efisien untuk menyusun rencana investasinya di sektor ESDM, termasuk pengembangan energi panasbumi,” jelas Ego.
Pengembangan panasbumi memiliki dua kegiatan utama, yaitu kegiatan di bawah permukaan tanah (subsurface) dan di atas permukaan tanah (surface). Surface berhubungan dengan fasilitas lapangan uap, yang menjadi bagian dari Steamfield Above Ground System (SAGS). Fasilitas ini terbentang dari kepala sumur produksi hingga ke rumah turbin dan berakhir di sumur injeksi.
Sementara subsurface berkaitan dengan reservoir panasbumi itu sendiri. Reservoir adalah suatu tempat terakumulasinya sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya.
Berbeda dengan surface, kegiatan subsurface sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman atas karakter kondisi geologi, geofisika dan geokimia cadangan panasbumi. Dengan kata lain, karakterisasi dan potensi dari reservoir panasbumi perlu dilakukan evaluasi berdasarkan data dan informasi yang akurat.
Semakin baik tingkat pemahaman tersebut, maka semakin tinggi juga derajat ketepatan rancang bangun pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP), sehingga pembangunan fasilitas pembangkit listriknya akan lebih terkontrol, efisien dan tepat waktu.
Dengan tingkat akurasi yang tinggi dalam menemukan cadangan panasbumi serta rancang bangun yang tepat, diharapkan produksi energi listrik yang dihasilkan juga semakin ekonomis. Hal ini berujung pada terwujudnya Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik yang semakin murah.
Untuk mengurangi resiko tersebut, Badan Geologi memiliki tugas untuk melakukan penyelidikan dan penelitian sumber daya geologi (georesources) di permukaan dan bawah permukaan. Salah satunya adalah dalam menyediakan peta potensi panasbumi di Indonesia.









Tinggalkan Balasan