, ,

PLN Layani Kapal Pendingin Terapung Pertama

Posted by

Makassar, Petrominer – PT PLN (Persero) Area Makassar Utara baru saja menyelesaikan sebuah tantangan baru untuk memasok listrik ke sebuah Kapal sandar yang difungsikan sebagai Floating Cold Storage (Kapal Pendingin Terapung). Ini sebagai bentuk dukungan PLN bagi industri perikanan nasional.

Kapal pendingin terapung milik PT Perikanan Nusantara (Persero) (Perinus) itu digunakan untuk mendinginkan hasil tangkapan ikan yang dikumpulkan oleh nelayan. Realisasi pasokan listrik ke kapal ini sebagai bentuk dukungan serta komitmen PLN dalam mensupport invenstasi bisnis perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Untia. Ini juga menjadi bentuk nyata Sinergi BUMN antara PLN dan Perinus.

Cold Storage terapung ini sudah bersandar di Pelabuhan Perikanan Untia sejak setahun lalu, namun belum dapat beroperasi maksimal karena masih menggunakan genset yang menggunakan bahan bakar solar, sehingga biaya operasional dan pemeliharaan per bulan sangat mahal,” ujar Branch Manager Perinus Cabang Makassar, Ferdinand Wenno, usai menyaksikan penyalaan listrik PLN ke kapal pendingin terapung, Jum’at (17/5).

Penyalaan listrik PLN ke kapal terapung dengan daya 240 KVA itu merupakan pertama kali dilakukan di Indonesia. Peresmian penyalaan listrik PLN selain dihadiri Ferdinand, juga dihadiri Penanggung Jawab Pengelola Pelabuhan Perikanan Untia (PPN UNTIA) Andi Mannojengi S. dan Manajer PLN Area Makassar Utara, Hariyadi.

Menurut Ferinand, ketika menggunakan solar untuk genset, biaya operasional dan pemeliharaan kapal pendingin terapung itu mencapai Rp 200 juta per bulan. Hitungan itu berdasarkan 250 jam nyala dengan daya 240 kVA. Namun setelah menggunakan listrik dari PLN, Perinus mampu menghemat sampai Rp 138 juta per bulannya. Hal ini secara tidak langsung dapat mendukung mitra nelayan, serta meningkatan industri perikanan di Sulawesi Selatan khususnya di Pelabuhan Perikanan Untia.

Dalam kesempatan itu, Hariadi menyampaikan kesiapan pasokan tenaga listrik sangat dibutuhkan untuk para investor industri perikanan di Kawasan Pelabuhan Perikanan Untia. Untuk itu, PLN sebagai penyedia tenaga listrik telah berkomitmen untuk siap melayani kebutuhan kelistrikan kapanpun, dimanapun dan berapapun.

Alat Automatic Sectionalizing Switch.

Tantangan dalam melayani supplai kelistrikan untuk Cold Storage apung, menurutnya, adalah lokasi kapal yang bersandar di dermaga sehingga tidak ada lahan yg memungkinkan untuk membangun gardu batu dan kubikel pelanggan Tegangan Menengah. Akhirnya, kami layani dengan menggunakan alat Automatic Sectionalizing Switch.

“Dengan alat ini diharapkan peralatan dan jaringan listrik PLN tetap aman dan handal walaupun dengan konstruksi khusus outdoor,” jelas Hariadi.

PPN Untia yang berada di wilayah kerja PLN Area Makassar Utara – Rayon Daya ini merupakan pelabuhan perikanan yang baru dibangun serta diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 26 November 2016.

“Pelabuhan kami adalah pelabuhan baru, dan sudah banyak Investor yang akan masuk dan tentunya PLN diharapkan akan menjadi penunjang di kegiatan kami,” ujar Andi,

Dengan pasokan listrik PLN ke Cold Storage terapung milik Perinus, kedepannya akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam industri karena jauh lebih hemat saat menggunakan listrik. Selain itu ke depannya PLN berharap listrik dapat meningkatkan sektor ekonomi khususnya Industri Perikanan di Provinsi Sulawesi Selatan.

2 tanggapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *