,

7 Perusahaan Migas Dapat Proper Emas

Posted by

Jakarta, Petrominer — Sebanyak tujuh perusahaan minyak dan gas bumi (migas) mendapat Peringkat EMAS dalam Program Penilaian Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) tahun 2016. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Rabu (7/12).

Tahun 2016 ini, jumlah peserta Proper mencapai 1930 perusahaan. Peraih peringkat EMAS sebanyak 12 perusahaan, HIJAU 172 perusahaan, dan BIRU 1.422 perusahaan. Sedangkan peringkat MERAH diraih 284 perusahaan, HITAM 5 perusahaan, dan 35 perusahaan lainnya tidak diumumkan, yang terdiri dari 13 perusahaan dalam proses penegakan hukum dan 22 perusahaan tutup/tidak beroperasi.

“Saya sampaikan terima kasih kepada perusahaan yang mendapat Proper Emas, saya ucapkan selamat,” kata Wakil Presiden usai menyerahkan penghargaan Proper kepada perwakilan perusahaan didampingi oleh Menteri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Ke-12 perusahaan yang meraih Peringkat Emas adalah 7 perusahaan dari sektor migas, 2 perusahaan panas bumi, 1 perusahaan farmasi, 1 perusahaan tambang, dan 1 perusahaan pembangkit listrik tenaga uap. Sedangkan 5 perusahaan berperingkat HITAM terdiri dari 1 perusahaan air minum dalam kemasan, 1 perusahaan makanan dan minuman, 1 perusahaan peleburan logam, 1 perusahaan pengolahan ikan, dan 1 perusahaan briket arang.

Ke-12 perusahaan yang meraih PROPER Emas adalah PT Pertamina (Persero) RU VI-Kilang Balongan, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), PT Badak NGL, JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang, PT Pertamina EP Asset 1-Field Rantau, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV TBBM Rewulu, PT Jawa Power, Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd., PT Medco E&P Indonesia-Rimau Asset, PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Pertambangan Tanjung Enim, dan PT Bio Farma (Persero).

Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah, PROPER telah mendorong perusahaan terus melakukan inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Tahun ini, tercatat ada 260 inovasi yang berasal dari upaya efisiensi energi sebanyak 63 inovasi, efisiensi dan penurunan beban pencemaran air 16 inovasi, penurunan emisi 44 inovasi, 3R limbah B3 33 inovasi, 3R limbah padat non B3 27 inovasi, pemeliharaan keanekaragaman hayati 22 inovasi dan upaya pemberdayaan masyarakat 55 inovasi.

“Kami akan terus mendorong perusahaan-perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi dan mematenkan hasil inovasi-inovasi tersebut sehingga industri yang berbasis pengetahuan dan kekayaan intelektual berkembang pesat di Indonesia,” paparnya.

Tidak hanya itu, Proper juga telah merubah tren pengelolaan program pemberdayaan masyarakat yang lebih berorientasi pada pemberdayaan. Ini menunjukkan keberhasilan pendekatan sistem yang digunakan dalam penilaian Proper. Sistem based approach menuntut adanya tata kelola program yang baik mulai dari kebijakan, penganggaran, struktur organisasi, perencanaan, implementasi, evaluasi dan publikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *