Indonesia menampilkan Rotan di Pameran Interior Internasional IMM Cologne 2016.

Jakarta, Petrominer – Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung keikutsertaan Indonesia dalam pameran IMM 2018 (Die Internationale Einrichtungsmesse), yang akan diselenggarakan di Cologne, Jerman, mulai 15 Januari 2018.

Kelima BUMN tersebut adalah PT Telkom (Persero), PT PLN (Persero), PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BRI); dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero). Pameran yang dikunjungi oleh para pelaku usaha furniture dan perabotannya; desainer interior; arsitek; perancang; perencana; dan usaha pendukungnya ini, kebanyakan dihadiri oleh pembeli asing dari kawasan Eropa.

Menurut Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, keikutsertaan Indonesia pada pameran ini diwakili oleh 10 perusahaan mebel-furniture dan kerajinan khas yang berasal dari sejumlah sentra industri mebel di Jabodetabek, Cirebon, Jawa Tengah (Semarang, Jepara, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten), Yogyakarta (Sleman dan Bantul) dan Jawa Timur (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo).

Pada pameran yang akan berlangsung sampai 21 Januari 2018 itu, penyelenggara memasang target perolehan devisa senilai US$ 200 juta, baik yang berasal dari transaksi langsung (on the spot) maupun pesanan-pesanan lanjutan selama setahun bagi pembelian di pasar Eropa, yang memang mencari produk khas dari negara lain.

“Saat ini, kami memandang pasar Eropa cukup penting di luar sejumlah pasar penting lainnya seperti Asia dan juga Timur Tengah (non tradisional). Pameran ini kami anggap strategis dan berguna untuk membangun jejaring bagi pelaku industri mebel dan kerajinan nasional,” jelas Sobur, Rabu (10/1).

Dia menjelaskan, Indonesia akan menempati areal seluas 378 sqm yang memamerkan produk modern living room & bedroom furniture, solid wood furniture, children’s furniture, tables, chairs, dining room, period & reproduction furniture.

HIMKI memandang positif dukungan dari sejumlah BUMN, yang selama ini masih terbatas dalam bentuk dukungan pada tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pasalnya, BUMN dapat memberikan dukungan lebih masif lagi dalam bentuk pengembangan produk sehingga pengusaha mebel dan kerajinan dapat berusaha secara produktif.

Saat ini, industri mebel dan kerajinan termasuk salah satu industri manufaktur di Indonesia, yang tumbuh secara signifikan antara 7 sampai 8 persen per tahun. Meski begitu, dalam hal daya saing di pasaran ekspor, produk mebel, furniture, dan kerajinan Indonesia masih kalah dibandingkan China dan Vietnam yang ekspornya sudah mencapai lebih dari US$ 7 miliar setahun.

Indonesia menargetkan ekspor mebel dan kerajinan bisa mencapai US$ 5 miliar dalam periode dua tahun ke depan. Tahun 2016 ekspor mebel Indonesia mencapai US$ 1,6 miliar, sedangkan ekspor kerajinan US$ 800 juta, di mana secara keseluruhan turun US$ 300 juta dibandingkan ekspor tahun 2015 yang mencapai US$ 1,9 miliar. Tahun 2017, secara perhitungan internal HIMKI, ekspor mebel dan kerajinan diperkirakan sekitar US$ 1,68 miliar, dan produk kerajinan US$ 820 juta.

“Kendati secara total baru mencapai 55 persen dari target pencapaian US$ 5 miliar ekspor mebel dan kerajinan di tahun 2019/2020, namun dari tahun 2016 sampai 2017 masih terjadi peningkatan ekspor antara 6 sampai 7 persen,” ujar Sobur.

Dalam kesempatan sama, Senior Vice President & Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan dan Kesekretariatan BNI, Ryan Kiryanto, menjelaskan bahwa selama ini BNI telah melakukan berbagai kerjasama dalam hal pembiayaan UMKM di seluruh Indonesia. Bahkan dengan HIMKI juga sudah ditandatangani perjanjian kerjasama dalam meningkatkan produktifitas produknya secara lebih efisien.

“Melalui dukungannya pada pameran internasional seperti ini, menjadi peluang bagi BNI baik dari sisi pembiayaan dan juga peningkatan ekspor secara nasional,” tegas Ryan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here