Banjarbaru, Petrominer – PLN gerak cepat melakukan pemulihan pasokan listrik terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yang terjadi, Sabtu (16/1). Dengan begitu, listrik di Kecamatan Aranio kembali menyala beberapa jam kemudian.

“Berkat kerja keras petugas di lokasi, semalam kami selesaikan sekitar pukul 22.00 WITA dan sekitar 690 pelanggan kembali bisa menikmati aliran listrik,” tutur Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng), Suhadi, Minggu (17/1).

Menurut Suhadi, hujan deras yang melanda Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menyebabkan bencana banjir, tetapi juga mengakibatkan longsor terjadi di 10 titik tanah di Kecamatan Aranio. Bencana tanah longsor tersebut mengakibatkan sebanyak empat tiang listrik roboh dan jaringan listrik sepanjang 200 meter terputus.

“Meskipun dampak dari tanah longsor ini tidak mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur kelistrikan PLN, namun akses jalan yang terputus karena lumpur dan pohon tumbang membuat proses perbaikan membutuhkan waktu,” ungkapnya.

Sebelumnya, gerak cepat PLN juga telah berhasil memulihkan 426 gardu distribusi yang terdampak banjir. Tidak hanya itu, PLN juga telah mengerahkan tambahan personil dan armada untuk mempercepat upaya penormalan Gardu Induk dan Gardu Distribusi terdampak banjir.

“Sampai dengan Sabtu sore pukul 17.00 WITA, terdapat 1.053 Gardu Distribusi dan 63.035 pelanggan yang terdampak banjir. Sementara sebanyak 426 gardu distribusi dan 29.313 pelanggan telah berhasil PLN nyalakan Kembali,” ujar Suhadi.

Sejauh ini, PLN telah menerjunkan personel sebanyak 245 anggota, dan armada sebanyak 96 Unit Kendaraan Roda Empat, 45 Unit Kendaraan Roda Dua, Kendaraan PDKB Sentuh Langsung 3 Unit, serta 2 Unit Mobile Crane.

PLN gerak cepat memuulihkan tiang roboh akibat longsor di Aranio, Kalimantan Selatan.

PLN masih terus melakukan pemantauan debit air di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang terdampak banjir. Adapun wilayah yang masih terdampak meliputi Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbarum Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Barito Kuala.

“Petugas kami akan terus melakukan patroli pemantauan situasi dan kondisi debit air di titik lokasi terdampak banjir, jika air mulai surut kami akan berupaya secepat mungkin menyalurkan kembali aliran listrik ke Pelanggan. Selanjutnya jika masyarakat melihat debit air semakin tinggi dan aliran listrik tetap menyala, bantu kami untuk melapor ke PLN melalui layanan Contact Center PLN 123 atau Aplikasi New PLN Mobile,” tegasnya.

Sabtu pagi, PLN berhasil melakukan upaya kenaikan debit air di sekitar lokasi Gardu Induk (GI) Ulin 2 x 60 Mega Volt Ampere (MVA). Sebelumnya, gardu induk yang yang berlokasi di Jl. A.Yani KM 4,5 Banjarmasin ini tidak dapat menyalurkan listrik ke sebagian wilayah di Kota Banjarmasin karena terendam air.

Upaya percepatan penormalan GI Ulin ini dilakukan dengan menerjunkan personel dan armada tambahan untuk mengurangi debit air. Seiring dengan tindakan ini, PLN juga melakukan persiapan pengoperasian GI dengan memastikan penyulang dan jaringan distribusi listrik dalam kondisi siap dialiri listrik.

“Kami melakukan upaya pencegahan kenaikan debit air dengan cara membuat bendungan di sekitar lokasi GI. Tidak hanya itu, kami juga menyiapkan unit penyedot untuk menyedot air yang sudah masuk ke dalam GI,” ujar Suhadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here